Kepala Bappeda Bali Raih Gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Terbuka

0
50

Keterangan foto: Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra, S.Sos., M.Si menerima ijazah Doktor Administrasi Publik dari Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto.

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Di tengah kesibukannya mengawal tugas-tugas pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan daerah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, resmi menyandang gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Terbuka (UT). Ika Putra menjadi salah satu dari 1.540 wisudawan UT Wilayah II jenjang Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma yang dikukuhkan dalam upacara Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Gedung Universitas Terbuka Convention Center, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Wisudawan Wilayah II berasal 13 daerah, meliputi Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Bogor, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Tarakan, Denpasar, Mataram, Palu, dan Manado.

Dalam konferensi pers usai upacara wisuda, Ika Putra bersama Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyono, S.E., M.Si., menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) merupakan prasyarat mutlak dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Pendidikan menjadi salah satu jalur strategis untuk mewujudkan hal itu. Itulah sebabnya, Ika Putra memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral di Universitas Terbuka sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut.

“Tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat yang terus berkembang, menuntut pelayanan publik yang semakin berkualitas. Dan itu harus didukung kompetensi ASN yang memadai. Oleh sebab itu, saya sebagai abdi negara harus terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan. Pilihan pada Universitas Terbuka sangat tepat karena sistemnya yang terstandar dan metode pembelajarannya fleksibel,” ujar Ika Putra.

Ika Putra menuturkan, menempuh studi di Universitas Terbuka memberikan tantangan tersendiri yang berbeda dibandingkan menempuh studi di universitas regular. Perbedaan itu, menurut dia, justru menjadi ruang pembelajaran yang berharga karena mahasiswa dituntut disiplin akademik sekaligus disiplin waktu secara mandiri. “Terasa betul perjuangannya ketika harus membagi waktu antara tugas pemerintahan yang padat dan perkuliahan yang ketat hingga akhirnya member kesan tersendiri ketika bisa terselesaikan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Presiden Tinjau Penyaluran Bansos Tahap Tiga di Johar Baru

Merespons hal tersebut, Prof. Ali Muktiyanto mengatakan, kemandirian dan kedisiplinan merupakan pilar utama keberhasilan mahasiswa UT. Sistem pembelajaran di perguruan tinggi ini memang dirancang supaya inklusif namun pada saat bersamaan juga menuntut komitmen yang tinggi dari mahasiswa. “Kunci keberhasilan studi di sini adalah disiplin. Di tengah kesibukan beliau yang luar biasa dalam melayani masyarakat, beliau mampu menyelesaikan studi dengan sangat baik,” ungkap Prof. Ali menanggapi Ika Putra.

 

Kesibukan Bukan Halangan

Dalam pidato wisudanya, Rektor UT mengatakan, capaian Ika Putra menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar Doktor Administrasi Publik ini dinilai sebagai bukti bahwa kepadatan tugas dan keterbatasan waktu bukan halangan bagi para profesional dan pejabat publik untuk meraih sukses dalam menempuh pendidikan tertinggi. Dengan telah hadir sistem pembelajaran modern yang fleksibel, adaptif dan berdaya jangkau luas, kalangan professional dan birokrat dengan tugas padat dapat menyelesaikan studinya hingga jenjang tertinggi.

Prof, Ali menekankan bahwa perkembangan teknologi pembelajaran kini telah menggeser paradigma pendidikan tinggi konvensional. Konsep perkuliahan tidak lagi mengharuskan mahasiswa hadir secara fisik di kampus, karena sebaliknya justru kampus yang mendatangi mahasiswa. Bahan ajar perkuliahan, baik cetak maupun digital, kini tidak hanya tersedia di ruang-ruang pembelajaran kampus, tetapi dapat diakses langsung secara digital hingga ke alamat rumah dan perangkat digital masing-masing mahasiswa.

Universitas Terbuka telah mengembangkan ekosistem pembelajaran digital yang adaptif seperti  Learning Management System (LMS) yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. UT juga telah menerapkan sistem ujian fleksibel mulai dari paper-based test hingga ujian online berbasis remote proctoring, live proctoring, automated online proctoring, serta ujian berbasis mobile.

Sebagai pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia, Universitas Terbuka telah mengantongi berbagai akreditasi internasional, dengan mayoritas program studi berstatus Unggul atau A. Secara global, reputasi UT juga terus meningkat, ditandai dengan posisinya dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings pada kelompok 801–1000 dunia. (rls)

Baca Juga :  Disdikpora, Gelar Pelatihan Kepemimpinan Bagi Pemuda se Kabupaten Badung

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here