Balinetizen.com, Badung
Bali Collection, destinasi gaya hidup ikonik di kawasan Nusa Dua, terus memperkuat transformasinya melalui pengembangan Block C yang akan menghadirkan konsep Indonesian Heritage. Ekspansi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Bali Collection sebagai destinasi lifestyle, retail, kuliner, hiburan, dan budaya di Bali.
Rencana pengembangan tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering Bali Collection yang berlangsung di The Royal Kitchen Bali Collection, Nusa Dua, Rabu (15/7/2026). Melalui pengembangan Block C, Bali Collection ingin menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi wisatawan internasional, wisatawan domestik, maupun masyarakat lokal.
Setelah melewati tantangan industri pariwisata selama pandemi, Bali Collection secara bertahap kembali menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pengunjung, bertambahnya minat tenant baru, serta berbagai aktivitas komunitas dan budaya yang semakin beragam.
Ibu Stella Kohdong selaku GM Commercial Properties PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSI) mengatakan pengembangan Block C merupakan bagian dari visi jangka panjang Bali Collection untuk menghadirkan destinasi yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas belanja, tetapi juga memberikan pengalaman budaya dan gaya hidup.
“Bali Collection sejak awal tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga tempat bagi pengunjung untuk menikmati karakter dan esensi Bali dalam satu destinasi. Dalam beberapa tahun terakhir, kami terus memperkuat komposisi tenant, pengalaman pengunjung, serta berbagai program destinasi. Pengembangan Block C merupakan tahap berikutnya dalam perjalanan Bali Collection dan akan membuka peluang baru bagi pengunjung, merek, serta komunitas yang ada di Nusa Dua,” ujar Stella.

Saat ini Bali Collection memiliki total area sewa atau rentable area sekitar 25.900 meter persegi yang terbagi dalam Block A, Block B, dan Block C. Dari jumlah tersebut, sekitar 20.600 meter persegi telah beroperasi, sementara sekitar 4.600 meter persegi area Block C yang sebelumnya ditutup selama pandemi akan kembali dikembangkan.
Menurut Stella, keputusan membuka kembali Block C didorong oleh tingginya permintaan pasar. Saat ini tingkat okupansi tenant di Block A dan Block B telah mencapai 100 persen, sementara masih banyak permintaan dari calon tenant yang ingin bergabung.
“Block A dan Block B sudah penuh 100 persen. Masih ada tenant yang ingin masuk, tetapi kami sudah tidak memiliki ruang yang tersedia. Karena itu Block C yang sebelumnya ditutup akan kami buka kembali dengan konsep yang lebih kuat,” jelas Stella.
Block C direncanakan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027 dengan luas sekitar 4.600 meter persegi dan diperkirakan dapat menampung sekitar 27 hingga 28 tenant. Pengembangan ini membutuhkan investasi sekitar Rp40 miliar hingga Rp50 miliar, yang sebagian besar akan difokuskan pada penataan lanskap, taman, serta peningkatan pengalaman pengunjung.
Hadirkan Konsep Indonesian Heritage
Berbeda dengan konsep sebelumnya, Block C akan hadir dengan tema Indonesian Heritage yang mengangkat kekayaan budaya, kuliner Nusantara, produk UMKM Indonesia, serta pengalaman wisata berbasis budaya.
Stella menjelaskan, konsep tersebut tidak hanya akan menampilkan budaya Bali, tetapi juga berbagai budaya dari daerah lain di Indonesia.
“Kami ingin memperkenalkan Indonesia kepada wisatawan mancanegara. Jadi bukan hanya Bali saja, tetapi juga budaya dari berbagai daerah seperti Jawa, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan daerah lainnya,” ujarnya.
Selain menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, Block C juga akan menjadi ruang bagi produk-produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar mencerminkan Indonesia. Tidak hanya Bali, tetapi juga berbagai daerah yang memiliki produk, budaya, dan identitas yang kuat. Kami juga ingin memberikan ruang bagi UMKM Indonesia untuk memperkenalkan produknya kepada wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Stella.
Dari sisi kuliner, Block C akan melengkapi pilihan yang sudah tersedia di Block A dan Block B. Jika area saat ini lebih banyak menghadirkan makanan internasional dan konsep fusion, maka Block C akan diarahkan pada kuliner Nusantara yang lebih autentik.
“Kami tidak ingin terjadi kanibalisasi dengan tenant yang sudah ada. Jadi di Block C akan kami hadirkan sesuatu yang berbeda, seperti makanan Manado, Jawa, seafood khas Indonesia, dan kuliner daerah lainnya yang belum tersedia di Block A dan B,” jelas Stella.
Tampilkan Budaya dan Suasana Alam
Selain kuliner dan retail, unsur budaya serta alam menjadi daya tarik utama dalam pengembangan Block C.
Bapak Robert Aditya Pramana selaku Head of Property Bali Collection menjelaskan bahwa wisatawan yang datang ke kawasan Nusa Dua tidak hanya mencari tempat berbelanja, tetapi juga ingin mendapatkan pengalaman budaya Indonesia.
“Wisatawan yang datang ke sini tentu ingin melihat seperti apa budaya Bali. Namun melalui pengembangan Block C, kami ingin menghadirkan sesuatu yang lebih luas, bukan hanya Bali saja, tetapi juga budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Robert.
Menurut Robert, nantinya Block C juga akan menghadirkan penampilan budaya Nusantara yang dapat dinikmati oleh wisatawan internasional maupun domestik.
“Akan ada penampilan budaya Nusantara di sana. Kami ingin pengunjung tidak hanya menikmati retail dan kuliner, tetapi juga mengenal keberagaman budaya Indonesia,” katanya.
Pengembangan Block C juga akan menonjolkan konsep ruang hijau dengan taman yang lebih natural. Area tersebut memiliki banyak pohon besar yang akan dipertahankan dan dikembangkan menjadi ruang terbuka yang nyaman bagi pengunjung.
“Banyak orang datang ke Bali bukan hanya untuk menikmati pantai, tetapi juga mencari suasana alam yang hijau dan natural. Karena itu kami ingin menghadirkan taman yang indah dengan pepohonan besar dan ruang terbuka yang nyaman,” ujar Stella.
Untuk mendukung konsep lanskap tersebut, Bali Collection menggandeng konsultan desain taman Siura dalam merancang area hijau di Block C.
Traffic Pengunjung Naik 25 Persen
Dari sisi performa bisnis, Robert menyampaikan bahwa Bali Collection terus menunjukkan pertumbuhan positif setelah masa pandemi.
“Untuk okupansi tenant di Block A dan Block B selama semester pertama 2026 sudah 100 persen. Kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, secara traffic pengunjung meningkat sekitar 25 persen,” ungkap Robert.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Bali Collection masih memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan dan masyarakat.
Saat ini Bali Collection berada di kawasan strategis Nusa Dua yang dikelilingi berbagai hotel dan resort internasional, seperti Hyatt, The Westin, Conrad, Sofitel, Meliá Bali, serta berbagai properti premium lainnya. Kawasan ini juga akan terus berkembang dengan hadirnya akomodasi baru di sekitar area tersebut.
Dengan pengembangan Block C, Bali Collection berharap dapat menciptakan pengalaman yang lebih lengkap bagi pengunjung, mulai dari kuliner, retail, hiburan, hingga mengenal kekayaan budaya Indonesia dalam satu kawasan.
“Harapannya Block C bisa menjadi pelengkap dari apa yang sudah ada di Bali Collection. Kalau ingin menikmati kuliner internasional ada di Block A dan B, sementara kalau ingin mengenal budaya dan kuliner Nusantara bisa hadir di Block C. Jadi semuanya saling melengkapi,” tutup Robert.
Radha

