Ekspansi ke Bali, VASA Bangun Hotel dan Vila Ultra-Luxury Senilai Rp1 Triliun di Ubud

0
54

Balinetizen.com, Gianyar

 

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) resmi memulai pembangunan proyek VASA, UBUD, sebuah destinasi perhotelan ultra-luxury di kawasan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali. Proyek yang menelan investasi sekitar Rp1 triliun ini ditandai dengan prosesi groundbreaking pada Jumat (17/7/2026).

Pembangunan VASA, UBUD menjadi langkah strategis RISE setelah sukses mengembangkan VASA Hotel Surabaya dan VASA Suite. Ekspansi ini sekaligus mempertegas ambisi perusahaan membawa produk hospitality Indonesia ke tingkat global.

Komisaris Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk, Hermanto Tanoko, mengungkapkan keputusan berinvestasi di Payangan didorong oleh keindahan alam kawasan tersebut.

“Saya lihat daerah Payangan ini dan saya jatuh cinta melihat alamnya, udaranya. Jadi kita putuskan untuk berinvestasi di sini. Nilai total investasi secara keseluruhan sekitar Rp1 triliun dan kami membutuhkan empat bulan untuk memikirkannya,” ujar Hermanto, Jumat (17/7).

Berdiri di atas lahan seluas 70.391 meter persegi atau sekitar 7,39 hektare, proyek ini berbatasan langsung dengan tebing Sungai Ayung yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan Ubud.

Selain menjadi portofolio baru RISE di sektor hospitality, proyek ini diharapkan mampu memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wellness tourism kelas dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Prosesi groundbreaking turut dihadiri jajaran direksi VASA dan manajemen RISE bersama sejumlah konsultan dan kontraktor nasional maupun internasional, di antaranya PT China Construction Yangtze River Indonesia sebagai kontraktor utama. Sebelum peletakan batu pertama, kegiatan diawali dengan prosesi adat sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Bali.

CEO VASA, Devina Konatra, menjelaskan VASA, UBUD dirancang dengan konsep low-density development sehingga memberikan ruang yang lebih luas, eksklusif, dan menjaga privasi tamu.
Resor ini akan menghadirkan 41 unit private luxury villa serta 128 kamar hotel bergaya sanctuary dengan ukuran mulai dari 48 meter persegi.

Baca Juga :  RAPBN 2023 Akan Dirancang Fleksibel untuk Redam Guncangan Ekonomi Global

“Secara narasi arsitektur, properti ini mengadopsi filosofi kosmologi Bali, Kaja-Kelod, yang memaknai perjalanan spiritual manusia dari gunung menuju laut,” jelas Devina.

Bangunan utama atau The Sanctuary ditempatkan di titik tertinggi kawasan. Sementara aliran air alami dirancang membelah lanskap menuju lembah, menciptakan suasana yang menyatu dengan alam.

Konsep kawasan juga menyerupai desa tradisional Bali modern dengan vila-vila bertingkat mengikuti kontur sawah dan dilengkapi green roof yang menyatu dengan vegetasi sekitar.

VASA, UBUD akan dilengkapi berbagai fasilitas premium seperti fine dining restaurant, wedding chapel, amphitheatre, spa village di tepi Sungai Ayung hingga helipad pribadi.

Dari sisi arsitektur, koridor pejalan kaki dirancang menghadirkan pengalaman visual berbeda di setiap sudut kawasan. Fasad bangunan menggunakan batu berundak modern yang terinspirasi dari arsitektur monumental khas Bali.

Tak hanya mengedepankan kemewahan, proyek ini juga mengusung konsep sustainable design melalui penggunaan panel surya, revitalisasi saluran air alami, sistem daur ulang air antarkolam, serta pemanfaatan tanaman organik pada atap bangunan.

“Di Ubud, kami tidak sekadar membangun akomodasi mewah, tetapi sedang mengukir legacy, sebuah ruang di mana kemewahan modern berpadu dengan keindahan alam dan kearifan lokal,” kata Devina.

Proyek VASA, UBUD ditargetkan rampung dalam waktu 30 bulan dan diharapkan menjadi ikon baru pariwisata premium Indonesia, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal serta memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here