Balinetizen.com, Jembrana
Kendaraan Water Canon biasanya digunakan insitusi Polri untuk menghalau massa saat demo anarkis. Namun di Kabupaten Jembrana, Bali, kendaraan taktis berkapasitas 5000 liter ini digunakan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.
Pendistribusian air bersih dilakukan Polres Jembrana melalui Polsek Melaya bersama Brimob Den C Pelopor Gilimanuk atas permintaan warga. Di Desa Manistutu, krisis air bersih dampak dari kemarau panjang dialami warga Banjar Tunas Mekar dan Banjar Benel.
Warga terpaksa harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air kemasan guna memenuhi keperluan minum dan memasak. Sementara untuk mandi dan mencuci, warga mengandalkan air kanal (sungai kecil) atau sumber mata air di aliran sungai.
Krisis air bersih yang dialami warga Benel lebih diakibatkan sumber mata air di pegunungan mengalami kekeringan. Selama ini warga mengandalkan air pegunungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air disalurkan melalui pipa-pipa yang dialirkan ke rumah-rumah warga.
Warga mengalami kesulitan air bersih sudah sejak sepekan lebih. Warga berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah daerah.
“Kami menyalurkan air bersih ini atas permintaan dari aparat desa. Hari ini kita distribusikan 5000 liter air bersih,” ujar Aipda Fadilah Andilaga, anggota Brimob Den C Pelopor Gilimanuk.
Dikonfirmasi terpisah Kalaksa BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Selasa (11/8/2026) mengatakan bahwa pihaknya belum menerima surat permohonan air bersih dari Desa Manistutu.
Karena menurutnya, surat permohonan air bersih ini akan digunakan untuk pengambilan sekaligus penyaluran air bersih ke warga. “Tidak ada laporan ke kita (BPBD). Mestinya dari Desa ada surat dulu untuk kita pake dasar pengambilan airnya. Nanti saya komunikasikan dulu,” ungkapnya. (Komang Tole)

