Peringati World Cleanup Day 2026, Pemkab Buleleng Masifkan Gerakan Bersih Sampah Dan Pemilahan Dari Sumber

0
46

 

Balinetizen.com, Buleleng

​Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar aksi pembersihan lingkungan secara masif dan serentak di kawasan perkotaan Singaraja pada Jumat (4/9/2026) pagi. Aksi gotong royong ini dibagi 6 zonasi, instansi masing-masing dan kawasan daerah binaan SKPD, ini diselenggarakan untuk memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026 sekaligus memperkuat pelaksanaan Gerakan Buleleng Bersih Sampah secara berkelanjutan.

​Rangkaian kegiatan ini merujuk pada Surat Edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng Nomor B.400.14.1.1/2551/SEKRE-DLH/IX/2026 dan Surat Bupati Buleleng Nomor B.400.14.1.1/537/DLH/II/2026. Aksi kebersihan serentak yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut menyasar kawasan perumahan serta permukiman padat penduduk di enam sektor prioritas, meliputi Kampung Singaraja, Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kampung Baru, Kampung Anyar dan Kaliuntu, hingga Banyuning.

​Atas izin Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Buleleng, Made Adiana, menyampaikan bahwa pelaksanaan giat ini mengedepankan pemetaan zonasi instansi agar penanganan di lapangan berjalan optimal. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menugaskan personilnya untuk bertindak sebagai koordinator di wilayah binaan masing-masing bersama jajaran Forkopimda, TNI/Polri, BUMD, kelurahan, hingga pelajar dan warga sekitar.

​”Aksi gotong royong hari ini difokuskan pada pemilahan sampah dari sumbernya, terutama sampah plastik atau anorganik. Namun demikian, sampah organik yang ditemukan di lapangan tetap kita kumpulkan dan angkut untuk dikelola secara terpisah,” ujar Adiana saat ditemui di sela-sela aksi pembersihan di titik kumpul Sasana Budaya, Jumat (4/9).

​Adiana menjelaskan, skema pengelolaan sampah hasil pembersihan lapangan telah diatur secara terintegrasi sesuai jenisnya. Sampah organik yang terkumpul akan dialokasikan ke Rumah Pengolahan Sampah Organik (Jaga Raga), sedangkan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis disalurkan ke Bank Sampah Induk (BSI) Buleleng untuk didaur ulang, dan jenis sampah residu langsung diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Baca Juga :  Pemkab Buleleng dan BPSDMP Kominfo Yogyakarta Bersinergi Beri Pelatihan Keuangan Digital kepada Pelaku UMKM

​Sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata, melainkan menjadi pemicu konsistensi aksi kebersihan lingkungan yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat di seluruh pelosok Buleleng. Selain pengerahan ribuan personil di area perkotaan, seluruh satuan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA/SMK serta warga desa dan kelurahan juga bergerak serentak melakukan pembersihan mandiri di lingkungan masing-masing.

​”Rangkaian giat gotong royong ini dilaksanakan setiap Jumat dan akan mencapai puncaknya pada Minggu, 20 September 2026 mendatang. Melalui momen World Cleanup Day, kami berharap semangat menjaga kebersihan dapat menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang budaya, agama, maupun profesi demi mewujudkan Buleleng yang bersih dan lestari,” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here