Balinetizen.com, Jembrana
Ledakan ban truk diduga menjadi pemicu meninggalnya Sudiman Nurdiman (41), seorang sopir truk dari Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Korban mengalami luka serius dibagian muka dan kepala.
Peristiwa tersebut terjadi di parkiran Rest Area Pekutatan jalan Denpasar-Gilimanuk, Banjar Pasar, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 19.10 WITA.
Dari informasi, truk Hino L 8915 UB bermuatan makanan ringan (snack) yang dikemudikan korban bergerak dari arah barat (Gilimanuk) menuju ke arah timur (Denpasar). Saat itu korban didampingi Samsul Hadi (30), kernet truk.
Memasuki jembatan Pulukan, korban dan kernet truk mendengar bunyi gemeretak berulang kali bersumber dari roda depan sebelah kanan. Khawatir terjadi sesuatu, truk diarahkan menuju parkiran Rest Area Pekutatan dan kemudian berhenti.
Setelah turun, Samsul Hadi, kernet truk sekaligus pelapor kemudian masuk ke bawah kabin dekat roda ban depan truk untuk mengecek bunyi gemeretak, namun tidak menemukan benda mencurigakan.
Setelah kernet truk keluar, korban melakukan hal yang sama. Naas, saat posisi korban berada di bawah kabin dekat roda ban depan truk, tiba-tiba ban truk meledak.
Dari kejadian itu korban langsung roboh tidak sadarkan diri serta mengalami luka serius yang diduga akibat terbentur casis truk. Mendapati korban tergeletak, kernet truk kemudian meminta tolong kepada tukang press ban yang ada di dekat tempat kejadian. Namun nyawa korban tidak tertolong.
Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw, Senin (21/9/2026), membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya kejadian tersebut dilaporkan oleh Samsul Hadi sekitar pukul 19.15 dan pihaknya telah melakukan tindakan dengan langsung mendatangi TKP, menghubungi petugas medis Puskesmas I Pekutatan, menghubungi anggota INAFIS Sat Reskrim Polres Jembrana dan meminta keterangan pelapor dan saksi-saksi. (Komang Tole)

