Pasokan BBM Bali Terganggu, BI Hitung Dampak Ekonomi dan Inflasi

0
53

Balinetizen.com, Denpasar –

 

Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali terus memantau perkembangan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali menyusul keterbatasan pasokan dalam beberapa hari terakhir. Meski mulai mengganggu mobilitas masyarakat, wisatawan, dan operasional sejumlah usaha, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi Bali diprakirakan masih terbatas dan bersifat sementara.

 

Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani menjelaskan, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pertamina, serta pelaku usaha untuk mempercepat pemulihan pasokan dan menjaga kelancaran distribusi BBM. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi dan stabilitas harga barang serta jasa di Bali.

“Kecepatan pemulihan pasokan dan distribusi BBM menjadi faktor penting dalam mengurangi antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dengan dukungan pasokan tambahan dan optimalisasi distribusi, kondisi pasokan BBM kita harapkan berangsur normal,” ungkap Achris dalam keterangannya di Denpasar, Selasa (13/10).

Hasil pemantauan dan komunikasi BI Bali dengan pelaku usaha menunjukkan bahwa keterbatasan BBM mulai berdampak pada kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan. Sejumlah kegiatan operasional usaha juga mengalami keterlambatan.

Dampak tersebut antara lain keterlambatan layanan transportasi wisatawan, penjemputan dan pengantaran tamu hotel, hingga pengiriman kebutuhan operasional usaha, seperti bahan makanan, minuman, dan layanan laundry.

Meski demikian, aktivitas usaha secara umum masih berjalan. BI Bali belum melihat indikasi gangguan signifikan terhadap keseluruhan kegiatan ekonomi daerah akibat keterbatasan pasokan BBM tersebut.

Berdasarkan simulasi BI Bali, apabila keterbatasan BBM berlangsung selama tiga hingga lima hari, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Bali diprakirakan sekitar 0,014%. Jika kondisi tersebut berlangsung hingga tujuh hari, dampaknya diperkirakan meningkat menjadi sekitar 0,019%.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Pimpin HLM Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

BI Bali menilai dampak terhadap perekonomian daerah masih dapat dikendalikan, terutama karena proses normalisasi pasokan dan distribusi BBM tengah berlangsung.

Dari sisi inflasi, BI Bali mencatat pasokan barang kebutuhan masyarakat masih relatif terjaga. Pemantauan di sejumlah pasar tradisional dan komunikasi dengan pelaku usaha menunjukkan harga komoditas pangan secara umum masih stabil.

Hingga saat ini, belum terdapat indikasi tekanan harga yang meluas akibat keterbatasan BBM. Kondisi tersebut didukung persediaan bahan pangan yang masih mencukupi.

Namun, BI Bali tetap mewaspadai potensi kenaikan biaya distribusi dan logistik dalam jangka pendek. Apabila biaya pengangkutan meningkat, terdapat kemungkinan dampak lanjutan terhadap harga barang dan jasa.

Berdasarkan simulasi BI Bali, keterbatasan BBM selama tiga hingga lima hari diprakirakan memberikan dampak sekitar 0,010% terhadap inflasi Bali. Sementara itu, apabila berlangsung hingga tujuh hari, dampaknya diperkirakan mencapai 0,018%.

Dengan percepatan pemulihan pasokan dan distribusi BBM, tekanan terhadap inflasi Bali diprakirakan tetap terkendali.

Ke depan, BI Bali menekankan pentingnya penguatan sinergi TPID dan koordinasi dengan Pertamina untuk menjaga kecukupan pasokan serta kelancaran distribusi BBM, khususnya BBM bersubsidi.

Selain itu, komunikasi publik dan penyampaian informasi secara berkala perlu diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi pasokan dan upaya pemulihannya.

Informasi yang transparan diharapkan dapat menjaga ketenangan masyarakat sekaligus mencegah pembelian berlebihan atau panic buying yang berpotensi memperburuk situasi di lapangan.

Dalam jangka menengah dan panjang, BI Bali juga mendorong penguatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan mendukung kelestarian lingkungan Bali.

BI Provinsi Bali mengapresiasi langkah percepatan pemulihan pasokan dan distribusi BBM yang dilakukan Pertamina bersama pemerintah daerah.

Baca Juga :  Kawal Proyek Strategis Nasional, Pertamina Bangun Kolaborasi dengan Kejaksaan di Jatimbalinus

BI bersama TPID akan terus memperkuat koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan pasokan BBM, harga pangan, serta kelancaran distribusi barang dan jasa.

Dengan dukungan pasokan tambahan yang telah tiba, optimalisasi distribusi BBM, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, dampak keterbatasan BBM terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi Bali diprakirakan tetap terbatas.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memastikan aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, dan dunia usaha di Bali kembali berjalan lebih lancar. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here