Tiga Polisi Kolombia Tewas dalam Pemboman

0
639

Hari pemogokan nasional dan protes terhadap Presiden Kolombia Iván Duque. Bogotá, Kolombia, 21 November 2019. (Foto: VOA/Karen Sánchez)

Tiga polisi tewas dalam ledakan bom. Jumat malam (22/11), di kantor polisi di Kolombia. Hal tersebut terjadi setelah ribuan orang berkumpul untuk melakukan demonstrasi dan penjarahan sporadis meletus di ibu kota Bogota.

Sebuah sumber kepolisian mengatakan kepada Reuters bahwa 10 perwira juga mengalami cedera akibat ledakan yang terjadi di kota Santander de Quilichao, yang dikenal sebagai tempat panas untuk perdagangan narkoba dan kekerasan. Sumber itu tidak mengaitkan pemboman itu dengan kelompok bersenjata tertentu.

Tiga orang terbunuh pada hari Kamis ketika lebih dari 250 ribu orang berbaris dalam pemogokan nasional untuk menyatakan ketidakpuasan yang tumbuh dengan pemerintahan Presiden Ivan Duque.

Keluhan mereka termasuk reformasi ekonomi. Presiden telah menyangkal dan marah pada tuduhan demonstran yang mengatakan kurangnya tindakan pemerintah untuk menghentikan korupsi dan pembunuhan aktivis hak asasi manusia.

Ribuan orang berkumpul pada Jumat sore di Bolivar Plaza Bogota untuk Cacerolazo, ungkapan protes tradisional Amerika Latin di mana orang-orang menggedor panci dan wajan.

“Kami di sini untuk terus memprotes pemerintah Duque,” kata mahasiswa seni berusia 25 tahun, Katheryn Martinez.

“Ini adalah pemerintah yang tidak efisien yang membunuh anak-anak dan tidak mengakuinya,” katanya, merujuk pada pemboman baru-baru ini yang ditujukan pada pemberontak yang menewaskan delapan remaja dan mendorong mantan menteri pertahanan untuk mundur.

Kerumunan orang yang meliputi keluarga dan orang tua, tiba-tiba dibubarkan oleh gas air mata. Akibat pengunjuk rasa berlari di jalan-jalan sempit terjal distrik bersejarah.

Beberapa pengunjuk rasa berkumpul kembali di persimpangan terdekat dan terus melantunkan mantra, sementara orang-orang di lingkungan lain berkumpul dalam perayaan Cacerolazo dan lainnya memblokir beberapa jalan. Jam malam diberlakukan di seluruh Bogota.

Beberapa supermarket di selatan kota dijarah pada hari Jumat ketika demonstran, banyak yang bertopeng, membakar barang-barang di jalan dan memblokir jalan. Pengunjuk rasa lainnya mencuri bus umum.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Buka Lomba Ogoh-Ogoh Mini Dalam Rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Beberapa orang memanfaatkan protes itu untuk “menabur kekacauan”, kata Duque dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat malam.

“Mulai minggu depan saya akan memulai percakapan nasional yang akan memperkuat agenda kebijakan sosial saat ini,” kata Duque.

Dia menambahkan bahwa dialog akan “memungkinkan kita untuk menutup kesenjangan sosial, memerangi korupsi secara lebih efektif dan membangun, di antara kita semua, perdamaian dengan legalitas.”

Tiga kematian pada hari Kamis di provinsi Valle del Cauca sedang diselidiki, Menteri Pertahanan Carlos Holmes Trujillo mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat.

Dia mengatakan pihak berwenang telah mengkonfirmasi dua kematian di Buenaventura dan satu di Candelaria, menambahkan bahwa sekelompok orang telah mencoba menjarah mal Viva Buenaventura.

“Sebagai hasil dari konfrontasi antara pengacau dan pasukan keamanan dan dalam peristiwa yang menjadi subjek penyelidikan oleh kantor jaksa agung, dua orang tewas,” katanya.

Meskipun sebagian besar demonstran, Kamis (21/11), berpartisipasi secara damai, 98 orang ditangkap, sementara 122 warga sipil dan 151 anggota pasukan keamanan terluka, katanya.

Pihak berwenang melakukan 11 investigasi awal atas kesalahan pasukan keamanan, Trujillo menambahkan, setelah gambar media sosial tentang perlakuan kasar para pengunjuk rasa oleh polisi, termasuk satu yang ditendang di wajah.

Protes itu terjadi bertepatan dengan demonstrasi di tempat lain di Amerika Latin, dari pawai anti-penghematan di Chili, hingga protes atas tuduhan perusakan suara di Bolivia yang membuat Presiden Evo Morales mengundurkan diri, dan memicu ketegangan di Ekuador dan krisis yang melanda Nikaragua. [ah] (VOA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here