Manuver Partai Hanura Jelang Pilkada 2020

0
426
Balinetizen.com, Jembrana
Partai Hanura Jembrana menyatakan keluar sebagai bagian dari anggota Fraksi Demokrat Jaya (Gabungan Partai Demokrat dan Partai Hanura) untuk selanjutnya bergabung ke Fraksi PDIP.
Penyerahan surat untuk bergabung dengan Fraksi PDIP dan penarikan surat sebagai anggota Fraksi Demokrat Jaya dilakukan secara resmi, Kamis (19/3).
Manuver Partai Hanura diperkirakan berkaitan dengan Pilkada Jembrana 2020. Karena sebelumnya DPD dan DPC Partai Hanura mendukung bahkan bergabung ke PDIP. Sementara satu orang anggota DPRD Jembrana dari Partai Hanura, Ketut Suarta masih bergabung menjadi anggota Fraksi Demokrat Jaya, dimana dalam Pilkada Jembrana bersebrangan dengan PDIP.
Dengan bergabungnya satu orang anggota dari Partai Hanura ke Fraksi PDIP membuat Fraksi PDIP di DPRD Jembrana semakin gemuk. Bahkan kuat karena menguasai 50 persen lebih kursi di DPRD Jembrana yang berjumlah 35 kursi.
Di DPRD Jembrana, Fraksi PDIP beranggotakan 18 orang. Kini dengan bergabungnya satu orang anggota dewan Partai Hanura jumlah Fraksi PDIP menjadi 19 kursi.
Sementara dengan keluarnya satu orang anggota dewan dari Partai Hanura, jumlah anggota Fraksi Demokrat (sebelumnya Fraksi Dekokrat Jaya) yang diketuai I Ketut Catur menjadi tiga (3) orang
Ketua DPC Partai Hanura Jembrana, Gede Agus Sanjaya, Kamis (19/3) mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat penarikan terhadap satu orang anggota legislatif dari Partai Dekokrat Jaya untuk selanjutnya bergabung dengan Fraksi PDIP di DPRD Jembrana.
Surat bernomor 029/DPC/JBR/III/2020 lanjutnya, ditujukan kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Jembrana. “Suratnya tadi saya kirim. Ada banyak aspek pertimbangan yang mendasari” ujar Sanjaya, mantan anggota DPRD Jembrana dua periode, Kamis (19/3).
Keputusan DPC Partai Hanura Jembrana menurutnya juga sudah diketahui dan disetujui DPD Partai Hanura dan bahkan pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan Ketua Fraksi PDIP.
Sementara itu Sekwan DPRD Jembrana Made Sudantra mengaku sudah menerima surat dari DPC Partai Hanura dan juga sudah membuat nota dinas dan kajian yang nantinya disampakan kepada Ketua DPRD Jembrana.
Disisi lain Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi mengaku belum menerima. Namun diakuinya sempat ada pembicaraan politik dari Ketua DPC Partai Hanura dengan PDIP.
“Sesuai mekanisme semestinya yang mengajukan induk partai. Untuk kajian, saya tidak tahu dan juga belum menerima. Saya lagi di Denpasar” ujarnya. (Komang Tole).
Baca Juga :  Hari Pertama Vaksinasi Tuntas Kecamatan Buleleng: 3473 warga tervaksin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here