Gede Sudibya : Dana Stimulus Rp 756 M Hendaknya Tepat Sasaran Terpola, Terukur dan Terdata Sampai di Masyarakat

0
517
Pengamat Politik dan Ekonomi Gede Sudibya
Balinetize.com, Denpasar
Pengamat Politik dan Ekonomi Gede Sudibya mengatakan sangat salut terhadap skema Pemprov Bali dalam menangani Covud-19 di Bali. Dana reposisi anggaran sebesar Rp 756 milyar tersebut hendaknya bisa tepat sasaran.
Hal tersebut dikatakan Gede Sudibya, Minggu (25/4/2020) menanggapi  pasca kebijakan Gubernur Bali tentang Reposisi anggaran APBD Bali untuk menanggulangi pandemi Covid-19 yang nilai totalnya Rp.756 miyar.
Dikatakan, penyediaan alokasi dana untuk ” perang ” melawan pandemi Virus Corona ini sangat diperlukan oleh masyarakat terlebih bagi masyrakat berdampak langsung pada Covid-19 ini.
Tantangan bagi pemangku kebijakan dalam hal ini Gubernur Bali Wayan Koster bahwa  perlu efektivitas penggunaan dana dengan tolok ukur misalnya sejauh mana bisa menekan korban meninggal dunia dan korban terpapar dan cepatnya pemulihan kesehatan serta pertanggungan jawab yang transparan.
” Kita mengetahui cepatnya pemulihan kesehatan, sangat penting untuk dimulainya upaya pemulihan ekonomi,” kata I Gde Sudibya, ekonom, berpengalaman lebih dari 25 tahun sebagai konsultan ekonomi dan manajemen termasuk manajemen krisis di sejumlah perusahaan di Bali.
Persyarat utama kuatnya sense of crisis untuk pengambil kebijakan dan petugas pelaksana di lapangan. Jangan sampai apatis, tidak disikapi bencana ini dengan rutin normal, dengan sikap berpikir ” toh krisis akan berlalu.
“Sikap ini sangat berbahaya, akan memperlambat dan menunda upaya penanggulangan, sehingga korbannya menjadi banyak dan upaya penanggulan akan  berlangsung lama,” kata Sudibya.
Menurutnya, pembentukan crisis center dan media center menjadi sangat penting. Media center menjadi ruang simulasi untuk pertempuran dan perang melawan pandemi. Simulasi di crisis center menjadi rujukan kebijakan operasional dan langkah kongkrit di lapangan.
Ia mengatakan, setiap kebijakan yang dipublis oleh Gubernur harus berdasarkan data dan analisis kemungkinan risiko, petakan wilayah risiko tinggi, lakukan pengambilan sampel  dengan uji petik yang terukur, lakukan test cepat dan ditindak lanjuti hasilnya.
Diharapkan secara terus menerus kakukan upaya tracing (penulusuran) dalam cakupan wilayah yang lebih luas dan mencakup lebih banyak orang menjadi penting untuk segera dilakukan. Hasilnya segera direspons cepat.
Dikatakan, berdasarkan analisa para ahli epidemiologi, karena penerbangan Denpasar – Wuhan pp baru ditutup tgl 5 Februari 2020 sehingga ada kemungkinan tamu Tiongkok yang datang ke Bali sejak 1 Januari 2020 ada yang sudah terpapar, sehingga penelusuran cepat terhadap  tamu pada periode itu.
Berapa jumlahnya, dimana menginap dengan siapa mereka berinteraksi, menjadi sangat penting untuk menentukan wilayah paparan, jumlah yang kontak, besaran test dan langkah penanggulangan lainnya.
Perlu ada konsolidasi dan rekonsialisasi data per desa, kecamatan dan kabupaten atau kota tentang jumlah yang positif, pdp  odp, dugaan otg, sembuh dan meninggal , sangat diperlukan. Karena data akan sangat menentukan kualitas tindakan berikutnya.
Data tentang relatif lebih banyaknya orang meninggal di Bali, sebagaimana diliput metrobali.com, tanpa ulasan dan kajian memadai, semestinya bisa menjadi pintu masuk analisa korban pandemi, jumlahnya, wilayahnya. Yang penting artinya bagi kebijakan kesehatan ke depan.
 Strategi perang melawan pandemi di atas memerlukan SDM dari level atas: elite sampai petugas kesehatan lapangan serta krama yang memberikan dukungan di setiap desa adat mempersyaratkan: sikap berani dan jengah nindihin gumi, lascarya, paras-paros.
Gede Sudibya berpesan jauhkan dari sikap menghindari dan lempar tanggung-jawab, kecendrungan untuk saling menunggu, kebijakan dan tindakan yang gabeng ( tidak jelas), sikap pikir dan tindakan yang cendrung pasif, pada saat bersamaan mengharapkan keajaiban dari Niskala.
“Dan maaf jangan ada sikap untuk: ” nyongkokin taen kebo “, di tengah perang dengan risiko tinggi hilang, setelah perang berakhir dan kemenangan tercapai, tampil di depan, bak pahlawan kesiangan.
Editor : Nyoman Sutiawan
Baca Juga :  Sekda Alit Wiradana Hadiri Lomba Gelora Pekan Budaya Pelajar SD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here