Balinetizen.com, Badung-
AITTA (Alliance of the Indonesian Tour & Travel Agencies) yang mewadahi pelaku usaha biro perjalanan wisata di Indonesia menggelar acara Table Top pada Sabtu, (20/9/2025) di Hotel Harris Sunset Road. Kegiatan ini diikuti dengan 75 sellers dan 150 buyers yang mengusung tema “Semangat Kolaborasi dan Kontribusi Terhadap Pembangunan Pariwisata”. Acara ini sebelumnya diadakan di Wonosobo pada 25-27 Agustus 2025, kali ini adalah kegiatan ke 2 dan pertama diadakan di Bali.
Joko Purwanto, Wakil Ketua Umum Bidang Inbound AITTA menyebutkan alasan diadakannya acara ini di Bali, karena Bali kemarin sempat terdengar ada lonjakan pariwisata, pihaknya ingin kawan-kawan di Bali ikut memperkenalkan produk wisata daerah lain kepada wisatawan yang berlibur di sini. “Seller dari luar daerah diharapkan untuk membawa produknya dan dijual oleh kawan-kawan dari Bali dan sebaliknya mereka juga membawa tamu yang akan didatangkan dari daerah masing-masing untuk ke Bali,” ujar Joko.
Ia pun menjelaskan sellers disini adalah beberapa perusaahaan yang menjual produk wisata seperti Hotel, Villa, Spa, Tempat Rekreasi, Restaurant dan lain sebagainya. Diantara seller yang hadir terdapat sejumlah nama yang berasal dari luar pulau Bali yaitu PT Nusantara Wisata Samarinda, Holiday Resort Lombok, Trans Borneo Adventure, Next Hotel Yogyakarta, dan nama nama beken yang berasal dari Bali seperti Secret Garden Village Group, Harris Hotel & Residences Sunsetroad Bali, Jatiluwih Eco Farm, Pandawa Hill Resort, Platinum Hotel Jimbaran Beach Bali, Prme Plaza Hotel Sanur, Kuta Beach Club, Bali Palm Resort Candi Dasa, Pandan Sari Water Sport, Aman Dia Cruise Nusa Penida, dan Aroma Restoran.
Sementara itu yang dimaksud buyers disini adalah penyedia jasa wisata yang nantinya akan mengenalkan produk dari para sellers. Buyers yang hadir dalam acara ini antara lain Trans Borneo, Lombok Plesir, Java Leisure, Lombok Paradise, dan yang berasal dari Bali diantaranya Luxury Bali Tours & Travel, Ecotix Bali destination, Golden Kris Tours, Your Vacation DMC, Aerotravel, PT Panca Sari Wisata, Bali Dream DMC, Exotic Bali Destination, Emi Travel, U&I Holidays, Citylink Comer Bali Nusa, PT Avvey Travel, Asia Touch International CO.LTD, Grand Komodo, Indonensia Impression Tour, Maestro Indonesia DMC, Lombok Culture Tour & Travel.
Kegiatan ini mendorong nama Bali untuk lebih mendunia juga memasarkan produk pariwisata Nusantara. Table top ini diadakan untuk mencapai kesepakatan antar buyer dan seller, seller akan memperkenalkan produknya masing-masing kepada buyer yang akan siap menjualkan produk dari seller untuk dijual ke daerah lain. “Kita pertemukan antara produk dan yang akan mereka jual, Selama ini kawan kawan di Bali belum punya produk maka kami bawa kawan kawan dari berbagai daerah untuk bisa dijualkan supaya wisatawan tidak hanya menumpuk di Bali,” ujar Joko.
Senada dengan Joko, Budi Rianto selaku Sekjen AITTA menyampaikan dukunganya mudah-mudahan ini menjadi tonggak baru bagi sejarah pariwisata Indonesia khususnya Bali. “Informasi dari Kementrian Pariwisata lebih kurang ada 1,5 Milyar perjalanan pariwisata dalam negeri. Lalu sekitar 11 Juta orang masuk ke Indonesia, ini semua target kita. Mudah mudahan kedepan bisa jalan bersama-sama,” jelas Budi.
Sementara itu I Gede Budiwijaya selaku Staff Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kementrian Pariwisata Indonesia menyebutkan pihaknya sangat mengapresiasi AITTA sebagai mitra dalam mencapai target kunjungan 14,6 wisatawan mancanegara dan untuk domestik kami targetnya 1,06 Miliar jumlah perjalanan. Ini adalah target yang cukup berat dengan beredarnya banyak isu seperti kemarin ada demo dan banjir itu di Bali menjadi tantangan tersendiri. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran AITTA harapanya bisa membantu kami mencapai target-target tersebut,” ujar Gede.
Joko Purwanto juga menambahkan kegiatan ini akan mengangkat nama Bali lebih mendunia dan juga mendorong untuk memasarkan produk pariwisata Nusantara. Dari kegiatan yang berlangsung juga menambah animo dari buyer dan seller yang di harapkan bisa membangkitkan pariwisata Indonesia. “Memang saat ini kita sedang mengalami banyak kendala oleh kawan-kawan terkait pengetatan anggaran. Kita tidak usah berpikir seperti itu tetapi harus berpikir produktif bagaimana kita bisa mendatangkan wisatawan ke Indonesia,” jelas Joko.
Dibandingan dengan kegiatan kemarin karena kegiatan termasuk skala lokal di Jawa tengah, Joko Purwanto menyebutkan transaksi yang dihasilkan kemarin mencapai 5 Milyar. Sedangkan dirinya berharap target selama event di Bali ini bisa mencapai kurang lebih 10 Milyar. “Karena ini animonya cukup besar, ini lebih bisa dan kita harap target 10 Milyar bisa tercapai,” tutup Joko.
Pewarta : Radha

