Balinetizen.com, Denpasar-
Olahraga lawn bowls mulai berkembang di Bali. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan Belibis Bali Lawn Bowls di Prama Sanur Beach Bali, 19–22 September 2026, yang mempertemukan sekitar 50 pemain dari berbagai negara. Peserta datang dari Australia, Indonesia, Selandia Baru, Singapura, dan sejumlah negara lainnya. Turnamen ini disebut menjadi kompetisi internasional pertama lawn bowls yang digelar di Indonesia.
Turnamen Belibis Bali Lawn Bowls yang berlangsung lima hari ini menjadi bagian dari pengembangan fasilitas olahraga di kawasan Sanur. Kehadiran lapangan lawn bowls di Prama Sanur Beach Bali juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan sport tourism sekaligus menarik lebih banyak wisatawan yang memiliki minat terhadap olahraga tersebut.
General Manager Prama Sanur Beach Bali, I Gusti Bagus Surya.
General Manager Prama Sanur Beach Bali, I Gusti Bagus Surya, mengatakan pihak hotel menyambut baik kehadiran fasilitas olahraga tersebut. Menurutnya, fasilitas lawn bowls yang dibangun di Prama menjadi yang pertama di Bali, bahkan Indonesia.
“Dari pihak hotel kami benar-benar merasa sangat bahagia dan semangat dengan fasilitas baru ini. Apalagi fasilitas lawn bowls yang kami buat ini adalah yang pertama kali ada di Bali, bahkan di Indonesia,” kata Bagus saat ditemui, Senin (21/9/2026) di Lapangan Lawn Bowls Prama Sanur Beach Bali.
Ia mengatakan lawn bowls cukup populer di Australia dan mulai berkembang di sejumlah negara Asia, termasuk Malaysia. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai sejalan dengan rencana pengembangan Sanur sebagai kawasan sport tourism. “Prama juga semakin banyak menerima tamu dari Australia. Karena itu, fasilitas ini kami harapkan bisa menjadi salah satu daya tarik baru bagi wisatawan Australia maupun wisatawan dari negara lainnya,” ujarnya.
Menurut Bagus, keberadaan lapangan tersebut juga membuat sejumlah pemain dari berbagai kawasan di Bali datang ke Prama untuk berlatih dan bermain. Mereka antara lain berasal dari Seminyak, Canggu, Nusa Dua hingga Ubud.
Director BeLiBIS Bali Lawn Bowls, Paul Rosair (kiri) dan Jane Rosair (kanan).
Director BeLiBIS Bali Lawn Bowls, Paul Rosair, mengatakan klub lawn bowls yang baru berjalan sekitar sembilan minggu kini telah memiliki sekitar 160 anggota. Dalam turnamen Belibis Bali Lawn Bowls, sekitar 50 pemain dari berbagai negara turut ambil bagian. “Pesertanya datang dari Australia, Indonesia, Selandia Baru, Singapura, dan beberapa negara lainnya,” kata Paul.
Turnamen tersebut juga menyediakan total hadiah mencapai ratusan juta. Selain pertandingan, penyelenggara membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan mencoba olahraga lawn bowls.
Paul mengatakan pihaknya juga memberikan harga khusus bagi warga negara Indonesia, terutama masyarakat Bali, yang ingin belajar dan bermain lawn bowls. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong semakin banyak masyarakat lokal mengenal olahraga ini. “Kami ingin masyarakat Indonesia dan Bali ikut terlibat. Kami juga sedang mengembangkan tim putra dan putri Indonesia,” ujarnya.
Saat ini, menurut Paul, terdapat sekitar lima hingga enam pemain perempuan Indonesia serta sejumlah pemain laki-laki yang mulai berlatih secara rutin. Ke depan, pihaknya juga berencana mendukung pemain Indonesia untuk mengikuti kompetisi di Malaysia, Australia, Singapura, dan negara lainnya.
Sementara itu, Bagus mengatakan Prama Sanur Beach Bali telah menyiapkan sejumlah agenda turnamen berikutnya. Kompetisi direncanakan kembali digelar pada November, Februari, dan turnamen terbesar pada April mendatang. “Khusus untuk April, kami memperkirakan bisa ada hampir 1.000 kamar yang terisi. Bahkan bisa berdampak ke hotel-hotel di sekitar Sanur,” kata Bagus.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan dampak bagi hotel, tetapi juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan dan aktivitas pariwisata di Bali. Dari sisi fasilitas, lapangan lawn bowls di Prama Sanur Beach Bali memiliki ukuran sekitar 40 x 20 meter. Lapangan menggunakan rumput sintetis berstandar internasional yang didatangkan langsung dari Australia.
Bagus menyebut proses persiapan fasilitas tersebut membutuhkan waktu sekitar delapan bulan, sementara keseluruhan persiapannya berlangsung hampir satu tahun. Salah satu kendalanya adalah proses pengiriman material dari Australia.
Pengembangan fasilitas juga masih terbuka untuk diperluas. Menurut Bagus, terdapat pembicaraan mengenai pengembangan lawn bowls di kawasan lain, termasuk Bukit, serta penjajakan dengan Universitas Udayana dan pihak di Ubud. “Kalau respons dari tamu dan komunitas bagus, tentu kami akan melihat kemungkinan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.
Bagus berharap olahraga lawn bowls dapat semakin berkembang di Indonesia dan suatu saat bisa masuk dalam ajang olahraga regional maupun internasional. Ia menyebut target jangka panjangnya adalah membawa lawn bowls ke SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.
Di sisi lain, Jane Rosair saat mendampingi Paul, menjelaskan lawn bowls memiliki karakter permainan yang relatif santai dibandingkan olahraga seperti padel atau tenis. Permainan ini mengandalkan ketepatan, strategi, dan kontrol saat mengarahkan bola menuju sasaran. “Olahraga ini tidak terlalu menguras tenaga seperti padel atau tenis. Karena itu, bisa dimainkan oleh berbagai usia. Di Australia, pemainnya bisa mulai dari usia 12 tahun hingga 90 bahkan 95 tahun,” jelas Jane.
Dalam permainan lawn bowls, pemain menggulirkan bola khusus yang disebut bowl sedekat mungkin dengan bola sasaran berukuran lebih kecil yang disebut jack. Pemain dituntut mengatur arah, jarak, dan kekuatan lemparan agar bola berada sedekat mungkin dengan sasaran.
Dengan hadirnya Belibis Bali Lawn Bowls, Prama Sanur Beach Bali berharap olahraga tersebut semakin dikenal masyarakat sekaligus memperkuat posisi Sanur sebagai salah satu kawasan yang mengembangkan konsep sport tourism di Bali.
Radha/bn

