Terombang-ambing di Laut Benoa akibat Kehabisan BBM, 4 Orang Dievakuasi

0
242

 

​

Balinetizen.com, Denpasar

Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berhasil menyelamatkan empat orang yang terombang-ambing di perairan Benoa, Bali, akibat jukung sewaan mereka mengalami mati mesin pada Senin (14/9/2026) sore.

​Insiden bermula ketika jukung yang ditumpangi para korban mendadak mogok setelah kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di tengah laut. Khawatir perahu semakin terseret arus deras hingga ke tengah samudra, salah satu penumpang bernama Aca langsung menghubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan pertolongan.

​Laporan darurat diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 15.50 WITA. Menanggapi laporan tersebut, tim SAR dengan cepat menyiagakan serta merespons situasi darurat di laut.
​
​Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wayan Juni Antara, mengonfirmasi bahwa perahu mengalami gangguan mesin akibat kehabisan bahan bakar saat berada di perairan lepas.
* ​15.50 WITA: Kantor SAR Denpasar menerima panggilan darurat dari korban (Aca). Identitas tiga korban lainnya yang berada di jukung diketahui bernama Zwa (30), Ketut (28), dan Dedek (35).

* ​16.10 WITA: Tim SAR mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Denpasar beserta 3 personel rescue dari Pelabuhan Benoa menuju titik koordinat jukung.

* ​16.35 WITA: Hanya dalam waktu 25 menit penyisiran, tim penyelamat berhasil menemukan lokasi jukung beserta empat penumpang di dalamnya.

​Mempertimbangkan dimensi jukung yang relatif kecil serta jaraknya yang masih terjangkau, tim SAR memutuskan untuk menindaklanjuti evakuasi dengan cara menarik (towing) jukung tersebut kembali ke pesisir.
​Proses penarikan berjalan lancar hingga akhirnya pada pukul 17.30 WITA, jukung beserta seluruh penumpang tiba di Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa.

“Keempat korban dipastikan dalam kondisi sehat tanpa cedera berarti.,” jelas Wayan Juni Antara dalam keterangannya di Denpasar, Senin (14/9).

Baca Juga :  Kadek Krisna Rebut Emas Karate Putra Pertama Untuk Bal Di Ajang PON

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memeriksa ketersediaan BBM dan kelayakan armada sebelum melakukan aktivitas pelayaran di wilayah perairan Bali.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here