Balinetizen.com, Kalimantan Timur
Puluhan wartawan dari Bali mengunjungi Kantor Sekretariat Bersama Bank Indonesia (BI) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dalam rangkaian kegiatan Capacity Building Sobat Media BI Bali, 1–3 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang tidak hanya memberikan pembekalan mengenai perkembangan teknologi dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam jurnalistik, tetapi juga memperkenalkan keberadaan serta fungsi Kantor Sekretariat Bersama BI di IKN.
Kepala Divisi Implementasi KEKDA Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Renold Asri, mengatakan kunjungan tersebut diharapkan memberikan gambaran kepada wartawan Bali mengenai pembentukan, fungsi, serta tugas Sekretariat Bersama BI di IKN.
“Kami mengharapkan dengan kunjungan ke Kantor Sekretariat Bersama Bank Indonesia ini dapat memberikan gambaran kepada wartawan-wartawan Bali bagaimana pembentukan Kantor Sekretariat Kerja Bersama itu secara fungsi dan tupoksinya seperti apa,” papar Renold.
Menurutnya, keberadaan Sekretariat Bersama tersebut berkaitan dengan tugas yang diamanatkan oleh Kantor Pusat Bank Indonesia dalam mendukung aktivitas dan komunikasi Bank Indonesia di kawasan IKN.
##Mengenal Peran BI di Ibu Kota Nusantara##
Kunjungan wartawan Bali tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat bagaimana Bank Indonesia menjalankan perannya di tengah perkembangan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
Renold menjelaskan bahwa Sekretariat Bersama BI memiliki sejumlah tugas yang diberikan oleh Kantor Pusat Bank Indonesia, termasuk mendukung komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di IKN.
Keberadaan kantor tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam menjalankan fungsi kelembagaan dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak di kawasan IKN.
Bagi wartawan, pemahaman tersebut dinilai penting karena perkembangan IKN tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga memiliki dimensi ekonomi, kebijakan, investasi, sistem pembayaran, serta aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
##Wartawan Perlu Memahami Isu Ekonomi di IKN##
Renold mengatakan kegiatan capacity building tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis wartawan dalam memproduksi berita.
Wartawan juga perlu memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai berbagai isu ekonomi dan kebijakan yang berkembang.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu wartawan menghasilkan pemberitaan yang lebih kontekstual dan mampu menjelaskan perkembangan ekonomi kepada masyarakat.
Khusus bagi wartawan ekonomi Bali, kunjungan ke IKN juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan pusat pemerintahan baru tersebut dari perspektif ekonomi dan kebijakan.
Informasi yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan dalam mengembangkan pemberitaan yang berkaitan dengan kebijakan Bank Indonesia, perekonomian nasional maupun perkembangan kawasan IKN.
##Capacity Building Jadi Ruang Penguatan Kompetensi##
Kegiatan Capacity Building Sobat Media BI Bali yang berlangsung selama tiga hari tersebut menggabungkan pembekalan mengenai perkembangan teknologi jurnalistik dengan penguatan wawasan mengenai isu ekonomi dan kelembagaan.
Sebelumnya, para wartawan mendapatkan materi mengenai pemanfaatan AI dalam kerja jurnalistik serta perubahan pola pencarian informasi dari Search Engine Optimization (SEO) menuju Generative Engine Optimization (GEO).
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, wartawan diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, tetapi juga semakin memahami isu ekonomi yang menjadi bagian penting dalam pemberitaan.
Renold berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan tema yang berbeda sehingga kompetensi wartawan di Bali dapat terus berkembang.
Dengan demikian, kunjungan ke Kantor Sekretariat Bersama BI di IKN tidak sekadar menjadi bagian dari agenda capacity building, tetapi juga menjadi ruang bagi wartawan untuk memahami lebih dekat peran Bank Indonesia serta dinamika ekonomi di Ibu Kota Nusantara.
(jurnalis : Tri Widiyanti)

