14 Perguruan Tinggi di Bali Bentuk Konsorsium Pendidikan, Satukan Langkah Atasi Persoalan Daerah

0
48

 

Balinetizen.com, Buleleng

Sebanyak 14 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali yang memiliki program studi kependidikan menyatukan langkah melalui pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali. Inisiatif yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan di Bali.

Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), pada Senin (15/6/2026), dengan disaksikan langsung Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, serta Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman.

Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, mengatakan pembentukan konsorsium menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Dalam filosofi orang tua kita, tanpa kolaborasi dan sinergi sesungguhnya kita tidak pintar. Melalui konsorsium ini, kami berharap persoalan-persoalan pendidikan di Bali dapat ditangani bersama melalui kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Lasmawan menegaskan, keberadaan konsorsium sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, menyebut pembentukan konsorsium merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang digelar pada Maret lalu.
Menurutnya, kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh keseriusan dalam membangun pendidikan.
“Kemajuan sebuah negara bergantung pada seberapa serius negara tersebut berinvestasi pada pendidikan. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” tegasnya. Dan iapun menyoroti bahwa banyak hasil riset perguruan tinggi yang masih berhenti pada tahap prototipe. Ke depan, hasil penelitian diharapkan dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Turnamen IV KORPRI Provinsi Bali 2025 Resmi Dibuka, Sekda Bali: Ajang Sportivitas dan Persaudaraan ASN

Menurut Fauzan, konsorsium menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antarkampus sehingga sumber daya, keahlian, dan hasil riset yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk menyelesaikan persoalan daerah, khususnya di bidang pendidikan.
“Perguruan tinggi memiliki banyak ahli dan potensi besar. Melalui kolaborasi, seluruh potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Inilah esensi Kampus Berdampak,” pungkasnya.

Melalui konsorsium ini, 14 perguruan tinggi di Bali berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berdampak, sehingga kehadiran kampus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here