Rokok Elektrik Dapat Lipatgandakan Keberhasilan Upaya untuk Berhenti Merokok

ARSIP – Foto bertanggal 2 Maret 2011, seorang wiraniaga menunjukkan cara penggunaan rokok elektrik dan uap seperti asap yang keluar dari rokok elektrik tersebut di Aurora, Colorado (foto: AP Photo/Ed Andrieski, Arsip)

Balinetizen, London

Rokok Elektrik Dapat Lipatgandakan Keberhasilan Upaya untuk Berhenti Merokok

Mereka yang menghirup rokok elektrik untuk berhenti merokok memiliki 95% peluang untuk berhenti merokok dibandingkan mereka yang berupaya untuk berhenti merokok tanpa bantuan alat apapun untuk berhenti merokok menurut hasil studi di Inggris.

Penelitian, yang didanai oleh lembaga amal Cancer Research UK dan dipublikasikan dalam jurnal Addiction hari Kamis, menganalisa angka keberhasilan dari beberapa metode untuk berhenti merokok yang biasa kita ketahui – termasuk rokok elektrik, plester dan permen karet terapi pengganti nikotin (NRT), serta vernicline buatan Pfizer, yang di Inggris dijual dengan merk Champix.

Penelitian tersebut juga mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin mempengaruhi angka keberhasilan untuk berhenti merokok – seperti usia, tingkat sosial, derajat kecanduan rokok, upaya sebelumnya untuk berhenti, dan apakah upaya untuk berhenti itu dilakukan secara berangsur-angsur atau mendadak.

Data terakhir WHO menunjukkan merokok dan penggunaan tembakau lainnya telah merenggut nyawa lebih dari 7 juta orang setahunnya di tingkat global. Dari 1,1 miliar perokok di seluruh dunia, sekitar 80 persennya tinggal di negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah.

Rokok elektrik, tidak mengandung tembakau, namun mengandung cairan yang dibalut nikotin yang dihirup pengguna dalam bentuk uap. Banyak perusahaan tembakau besar, termasuk British American Tobacco, Imperial Brands, dan Japan Tobacco, menjual rokok elektrik.

Studi ini melibatkan hampir 19.000 orang di Inggris yang telah mencoba untuk berhenti merokok dalam kurun waktu 12 sebelumnya, mengumpulkan lebih dari periode selama 12 tahun dari tahun 2006 hingga tahun 2018. Mereka yang berhasil berhenti didefinisikan sebagai mereka yang berkata masih tetap tidak merokok.

Baca Juga :
Ketua TP PKK Ny Putri Koster Apresiasi Pasar Gotong Royong

Selain peluang 95% meningkatnya angka keberhasilan dengan bantuan rokok elektrik, studi tersebut juga menemukan mereka yang diberi perlakuan dengan Champix memiliki peluang 82% untuk berhenti merokok dibandingkan mereka yang berupaya untuk berhenti merokok tanpa bantuan apapun.

“Studi kami juga menambahkan bukti yang semakin nyata bahwa pengguna rokok elektrik dapat membantu perokok untuk menghentikan kecanduannya,” tutur Sarah Jackson, seorang profesor pada University College London yang juga salah satu penyusun utama studi ini.

Konsumsi rokok elektrik, atau dikenal dengan istilah ‘vaping’ dianggap oleh banyak pakar sebagai cara efektif bagi para perokok untuk berhenti mengkonsumi tembakau, namun beberapa orang dalam lingkungan ilmiah merasa skeptis tentang manfaat kesehatannya untuk publik, dan khawatir kebiasaan ini membuat gagasan untuk merokok menjadi normal dan menarik kaum muda pada kebiasaan buruk ini.

Para perokok yang diberikan pengobatan dengan metode NRT oleh para profesional di bidang kedokteran memiliki angka peluang 34% keberhasilan untuk berhenti merokok, demikian temuan hasil studi tersebut.

Para pakar menyatakan hasilnya meyakinkan dan penting.

Peter Hajek, direktur penelitian unit ketergantungan pada tembakau di Queen Mary University of London, Inggris mengatakan hasil studi itu memberikan dua temuan penting tentang rokok elektrik:

“Rokok elektrik membantu para perokok berhenti merokok setidaknya sama dengan pengobatan untuk berhenti merokok, dan mereka digunakan oleh lebih banyak lagi perokok. Artinya lebih banyak orang yang akan berhenti merokok dan inisiatif ini tidak menimbulkan beban biaya pada NHS (National Health Service),” ujarnya dalam komentar yang dikirimkan via email. [ww]

Sumber : VOA Indonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published.