Dituduh Palsukan Merk, Dagang Krupuk Diadukan ke Polisi

Avatar

 

Balinetizen.com, Denpasar

Nasib Regina Johari Tjoa bisa dikatakan benar-benar apes. Bagaimana tidak? Di tengah kondisi ekonomi tak menentu akibat pandemi, usaha kecil jualan krupuk miliknya terancam tutup. Gara-garanya nama merk yang dipakai ‘Bali Nikmat’ diklaim sudah menjadi merk dagang restoran Bali Nikmat, milik Ni Putu Muliadi. Melalui kuasa hukumnya dari BAS Law Office, Ni Putu Muliadi mengundang Regina guna menjelaskan persoalan tersebut. Regina pun memenuhi undangan itu sekaligus meminta maaf dan membuat surat pernyataan tidak akan menggunakan nama Bali Nikmat lagi. Selain itu, Regina berjanji akan menarik seluruh produknya di pasaran. Tapi apa yang terjadi? Regina malah diadukan ke Polresta Denpasar, 5 Agustus lalu dengan dugaan pelanggaran merk, perlindungan konsumen atau penipuan. Bukan cuma dilaporkan ke polisi, Regina mengaku diminta bayar ganti rugi 150 juta. “Saya hanya orang kecil, tidak mungkin mampu bayar pengacara. Saya sudah minta maaf tapi tidak diterima ..harus minta tolong ke siapa lagi,”tutur Regina sambil menangis saat mengadu ke Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali, Kamis (29/10). “Kebetulan di PGN saya ada teman, saya curhat muda mudahan ada jalan keluar, uang tidak punya, anak lagi sakit,” kata Regina sambil berharap ada kemurahan hati dari pemilik restoran Bali Nikmat yang berlokasi di Kuta itu.
Sementara itu, Ketua PGN Bali, Paryadi mengatakan akan membantu mencarikan solusi terhadap masalah yang menimpa Regina. “Saya berharap masalah ini tidak berkepanjangan. Di tengah pandemi seperti ini seyogyanya tidak semua masalah harus diselesaikan lewat jalur hukum,” harap pria yang akrab disapa Gus Yadi ini.
Ditambahkan Gus Yadi, sejatinya nama Bali Nikmat cukup banyak digunakan. Ada produk kopi Bali juga menggunakan nama Bali Nikmat. “Penelusuran kami ada produk lain pakai nama itu, tapi kenapa hanya Bu Regina yang diprotes, sementara yang lain tidak,” imbuh Gus Yadi seraya menegaskan akan menyampaikan masalah ini ke PGN pusat. (NT)

Baca Juga :
Kolaborasi Pemkot dan Bekraf Fasilitasi Haki Pelaku Ekonomi Kreatif 

Leave a Comment

Your email address will not be published.