Dukung Percepatan Pembelajaran Tatap Muka di Kota Denpasar, Srikandi PSI Emiliana Sri Wahjuni: Konsisten Tekankan Edukasi Prokes ke Siswa

Avatar

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi pendidikan Emiliana Sri Wahjuni mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Balinetizen.com, Denpasar

Pemerintah Pusat mendorong percepatan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat di institusi pendidikan dan sekolah.

Keputusan ini diambil berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang diumumkan secara daring pada Selasa (30/3/2021).

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi pendidikan Emiliana Sri Wahjuni mendukung langkah Pemerintah Pusat ini dan berharap Pemerintah Kota Denpasar juga mampu mempercepat persiapan dan penerapan pembelajaran atau sekolah tatap muka.

“Kami dukung penuh agar Pemkot Denpasar mampu mempercepat pembelajaran atau sekolah tatap muka, tentunya dengan persiapan yang matang dan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Emiliana Sri Wahjuni, Selasa (13/4/2021).

Anggota DPRD Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menuturkan orang tua siswa sudah sangat menunggu kapan pastinya pembelajaran atau sekolah tatap muka dibuka. Begitu juga dengan siswa sudah sangat rindu kembali ke sekolah dan belajar seperti sediakala sebelum pandemi Covid-19 melanda.

“Kami bisa pahami keinginan orang tua dan juga kerinduan siswa untuk kembali belajar tatap muka. Sebab hampir setahun lebih sudah belajar daring atau online. Tentu ini kondisi yang tidak mengenakkan,” terang ibu dari dua orang putri ini.

Seperti diketahui Kota Denpasar siap menyambut sekolah atau pembelajaran tatap muka yang direncanakan dilakukan uji coba pada bulan Juli 2021 mendatang dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Vaksinasi Covid-19 terhadap para guru dan tenaga kependidikan di Kota Denpasar sebagai salah satu syarat untuk pembukaan pembelajaran tatap muka ini juga terus dikebut.

Baca Juga :
JPU Kejari Buleleng Limpahkan 6 Berkas Dugaan Korupsi Dana PEN Pariwisata Rp 738 Juta Lebih

Berbagai persiapan untuk pembukaan pembelajaran tatap muka ini pun terus dilakukan dan dimatangkan pihak sekolah dan mendapatkan asistensi juga dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar. Bahkan beberapa sekolah sudah melakukan ujicoba pembelajaran tatap muka secara terbatas.

“Ada sekolah yang sudah mulai ujicoba menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, dengan mekanisme jelas, guru-guru dan tenaga kependidikan sudah divaksin dan menerapkan prokes ketat. Tentu itu kita dukung penuh,” terang Emiliana Sri

Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini menambahkan ketika semua persiapan sudah matang dilakukan pihak sekolah maka tidak ada alasan untuk tidak menerapkan pembelajaran tatap muka.

“Jadi tidak harus menunggu Juli atau atau ajaran baru baru dimulai pembelajaran tatap muka. Dari sekarang pun kalau sekolah sudah siap dan sudah dapat assessment serta lampu hijau dari Disdikpora, maka pembelajaran tatap muka semestinya sudah bisa dilakukan secara terbatas sambil melihat perkembangan lebih lanjut,” harap Emiliana Sri Wahjuni.

Selain itu, pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas ini nantinya juga dapat dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan warga pendidikan.

Emiliana Sri Wahjuni juga berharap pihak sekolah untuk dapat secara konsisten memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan (prokes)kepada siswanya agar kelak menjadi budaya disiplin bersama.

“Kedisiplinan semua pihak di sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan dan utamanya siswanya dalam penerapan protokol kesehatan adalah kunci sukses pembelajaran atau sekolah tatap muka di masa pandemi ini,” pungkas Emiliana Sri Wahjuni. (dan)

Leave a Comment

Your email address will not be published.