225 Siswa KSPAN se-Bali Akan Ikuti MUSPA BALI II 2026 di Pancasari Buleleng

0
107

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali kembali memperkuat upaya edukasi HIV/AIDS dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja melalui penyelenggaraan Temu Remaja Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) atau MUSPA BALI II Tahun 2026.

Persiapan awal kegiatan tersebut telah dibahas dalam rapat yang digelar di Kantor Sekretariat KPA Bali pada Kamis (16/7/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Sekretariat KPA Bali Anak Agung Ngurah Patria Nugraha dan dihadiri berbagai unsur terkait, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rumah Sakit Bali Mandara, Kisara, Kelompok Jurnalis Peduli AIDS Bali, KPA Kota Denpasar, KPA Badung, Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS Universitas Udayana, hingga sejumlah elemen pendukung lainnya.

Patria Nugraha menjelaskan, MUSPA BALI II Tahun 2026 direncanakan berlangsung pada 29–30 September 2026 di Wisma Nangun Kerthi, Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng.
“Dalam MUSPA BALI II ini kita akan mengundang seluruh KSPAN dari sembilan kabupaten/kota di Bali yang terdiri dari siswa tingkat SMP dan SMA/SMK. Masing-masing daerah mengutus 25 peserta sehingga total mencapai 225 siswa aktif KSPAN,” ujarnya.

Selain peserta siswa, kegiatan juga akan melibatkan pendamping dari Forum Guru Pembina dan KPA kabupaten/kota, panitia, juri lomba, serta pelaksana kegiatan lainnya.
Tingkatkan Pemahaman HIV/AIDS dan Kesehatan Reproduksi

Menurut Patria Nugraha, penyelenggaraan MUSPA BALI II memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, meningkatkan pemahaman siswa mengenai HIV/AIDS, kesehatan reproduksi remaja, infeksi menular seksual (IMS), dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kedua, menjadi ajang temu remaja untuk berbagi pengalaman dalam menjalankan program pencegahan HIV/AIDS melalui jalur sekolah melalui KSPAN.

Ketiga, mendorong kreativitas dan bakat anggota KSPAN melalui berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif.

Baca Juga :  Seorang Warga Tamblang, Meninggal Ke Setrum Listrik Di Permandian Umum Desa Bontihing

Keempat, menyelaraskan gerakan pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda guna mendukung target Getting Three Zeroes untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030.

KPA Bali menetapkan sejumlah persyaratan bagi peserta yang akan mengikuti MUSPA BALI II 2026. Peserta harus merupakan anggota aktif KSPAN di sekolah masing-masing yang dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah, membawa surat tugas dari instansi terkait, serta dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti kegiatan temu kelas dan lomba. Temu kelas meliputi Temu Forum Guru Pembina KSPAN berupa dialog antarguru pembina, Temu KSPAN untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antar siswa peserta, serta Temu Capacity Building untuk meningkatkan kapasitas dalam pencegahan HIV/AIDS dan narkoba.
Sementara itu, sejumlah lomba yang akan digelar antara lain lomba mading, lomba tutor sebaya, lomba video edukasi on the spot, dan Jejak KSPAN.

KPA Bali juga membuka ruang bagi seluruh elemen terkait untuk memberikan masukan mengenai pelaksanaan MUSPA BALI II, baik terkait peserta, materi lomba, materi temu wicara, maupun kepanitiaan.

“Ini baru pertemuan awal. Nanti kami akan mengundang secara resmi semua unsur terkait dan pihak yang berpengalaman di bidangnya untuk menyukseskan acara ini,” katanya.

Dengan melibatkan ratusan siswa dari seluruh Bali, MUSPA BALI II 2026 diharapkan menjadi wadah penguatan edukasi HIV/AIDS dan pencegahan narkoba yang efektif bagi generasi muda, sekaligus memperkuat peran KSPAN sebagai garda terdepan penyebaran informasi kesehatan di lingkungan sekolah.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here