
Balinetizen.com, Nusa Dua-
Bali kembali merayakan World Wellness Weekend (WWW) dengan perayaan edisi ke-9 yang diadakan di Revivo Wellness and Resort pada Jumat (19/9/2025). Event ini berlangsung selama tiga hari pada 19–21 September 2025 dan menghadirkan beragam aktivitas inspiratif sehat dan menyenangkan untuk mengajak masyarakat merayakan hidup sehat dan seimbang. Mulai dari yoga, kelas meditasi, olahraga bersama, seminar singkat, hingga sesi kecantikan, penyembuhan dan relaksasi di spa, semuanya terbuka untuk umum.
Dwi Santini, City Ambassador WWW untuk Bali menyebutkan World Wellness Weekend bukan hanya perayaan gaya hidup sehat, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat citra Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi wellness dunia. “Kegiatan ini mendorong kesadaran masyarakat akan kesehatan holistik sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor pariwisata, kesehatan, budaya, kuliner, dan komunitas sehingga memberi manfaat ekonomi sekaligus sosial,” ujar Dwi Santini.
Dwi Santini juga menambahkan hingga saat ini 44 tenant di Bali telah bergabung menyediakan program wellness yang dapat diikuti masyarakat lokal maupun wisatawan. Harapannya semakin banyak pelaku usaha atau komunitas ikut serta menyediakan berbagai aktivitas, sehingga Bali bisa masuk jajaran Top 10 Most Active Cities di dunia. Iapun mengucapkan terima kasih kepada tim Revivo Wellness and Resort sebagai pendukung utama dari kegiatan ini. “Revivo berkomitmen terus untuk mengangkat nama Bali menjadi destinasi yang bukan hanya untuk liburan tetapi destinasi kesehatan juga,” jelas Dwi Santini.
Sofyan Hadi, General Manager Revivo Wellness and Resort menyampaikan ini adalah merupakan sebuah kehormatan dan sangat amat berarti bagi timnnya. “Semoga kedepanya Revivo bisa menjadi lebih baik lagi untuk mensupport kegiatan wellness di Bali,” ujar Sofyan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali dalam sambutanya menyampaikan WWW 2025 ini adalah sebuah inisiatif strategis yang diyakini akan membawa manfaat besar baik Bali, Indonesia dan komunitas global dalam industri kesehatan dan juga kebugaran. Dalam beberapa tahun terakhir industri wellness telah berkembang menjadi salah satu pilar utama pariwisata global, tidak hanya berkaitan dengan layanan spa, yoga, meditasi, pijat tradisional dan terapi herbal tetapi mencakup aspek yang lebih luas mulai dari kesehatan preventif, pengelolaan stress, perawatan kecantikan hingga ekowisata dan gaya hidup yang berkelanjutan.
Sejak pertama kali digelar pada 2017, WWW telah menjadi platform internasional yang menampilkan keunikan tradisi, layanan, dan fasilitas wellness di berbagai belahan dunia, termasuk Bali. Dengan memadukan praktik modern dan kearifan lokal, Bali semakin menegaskan posisinya sebagai destinasi utama wellness tourism dunia.
“Dampaknya tidak hanya pada promosi global pariwisata, tetapi juga memperluas pangsa pasar wisatawan yang mencari pengalaman sehat, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi destinasi yang berfokus pada wellness tourism,” ujar Dwi.
WWW 2025 adalah momentum bagi kita semua untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan merayakan hidup sehat bersama. Mari jadikan Bali pusat semangat wellness dunia dengan ikut serta dalam beragam aktivitas inspiratif yang terbuka untuk publik. “Setiap partisipasi, sekecil apa pun, memberi dampak positif bagi diri sendiri, komunitas, dan citra Bali di mata dunia,” tutup Dwi.
Bagi pelaku usaha seperti spa, pusat kebugaran, hotel, maupun komunitas—yang ingin bergabung, dapat mendaftar gratis melalui situs resmi www.wellmap.org (tersedia dalam 18 bahasa). Cukup buat halaman acara, tulis deskripsi aktivitas wellness berdurasi minimal 60 menit, gratis, dan terbuka untuk umum. Bagi masyarakat yang hendak berpartisipasi dapat memilih aktivitas yang diminati di situs tersebut dan melakukan reservasi, lalu bergabung dalam rangkaian kegiatan yang dirancang gratis, inspiratif dan menyenangkan.
Editor : Radha
