Foto: Penanggungjawab Karya Agung: Dr.Agung Manik Danendra, AMD (pakai udeng kacamata) bersama Yajamana Karya Mangku Gede I Gusti Ngurah Mendra, S.Sos. M.Ag.
Balinetizen.com, Denpasar
Pandemi Covid-19 masih belum berlalu, kesehatan masyarakat masih terancam dan perekonomian juga belum pulih sepenuhnya. Berbagai upaya sekala dan niskala pun terus dilakukan di Bali agar Pulau Dewata bisa lekas terbebas dari “gering agung” ini.
Kali ini inisiasi datang dari Pesemetonan Ageng Puri Tegal Denpasar Pemecutan yang dikomandoi tokoh Bali Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn., yang akrab disapa AMD yang siap menggelar Karya Agung Upacara Pakelem Agung Pamahayu Jagat Lan Pemelastian Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar – Pemecutan.
Karya Agung Upacara Pakelem Agung Pamahayu Jagat Lan Pemelastian Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar – Pemecutan ini akan dilangsungkan di Segara (Pantai) Matahari Terbit, Sanur Denpasar, Wrespati Sungsang, Tilem Sasih Kalima, Kamis 4 November 2021.
Upacara pemahayu jagat adalah upacara permohonan kehadapan Ida Sanghyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Bhatara Baruna agar menganugerahkan kerahayuan dan keselamatan jagat. Yajamana Karya Mangku Gede I Gusti Ngurah Mendra, S.Sos. M.Ag., mengungkapkan Karya Agung ini bertujuan untuk memohon keselamatan kepada sang pencipta agar umat manusia bisa dibebaskan dari “gering agung” Covid-19.
“Menyimak fenomena alam yang terjadi saat ini yakni pandemi Covid-19 ketika kita hubungkan dengan petunjuk lontar Widhi Sastra Roga Sangara Gumi yang ditulis oleh Bhagawan Darmaloka di era Kerajaan Majapahit, maka itu juga yang menjadi salah satu dasar dilaksakanannya Karya Agung Upacara Pakelem Agung Pamahayu Jagat ini,” terang Mangku Gede I Gusti Ngurah Mendra.
Lontar Widhi Sastra Roga Sangara Gumi merupakan lontar warisan dari kerajaan Majapahit yang berisi tentang wabah dan datangnya malapetaka penyakit yang menjangkiti dunia. Disebutkan ganti kali bhumi (peralihan gelap jagat). Setelah wabah menyerang dunia, akan terjadi pergantian era kegelapan dunia menuju sebuah era baru.
Dalam lontar tersebut disebutkan akan ada gering agung (wabah besar yang menjangkiti dunia yang jika dikaitkan dengan kondisi saat ini maka gering agung ini adalah pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun melanda dunia termasuk di Indonesia dan Bali. Gering agung ini tidak bisa dipastikan kapan selesainya.
“Petunjuk dari lontar Widhi Sastra Roga Sangara Gumi yang bisa kita jadikan pedoman adalah melakukan upaya puja kerahayuan jagat. Puja ini kita yakini karena atas restu dari Bhagawan Baruna maka kita lakukan di laut sebagai persembahan kepada Bhagawan Baruna, Dewi Gangga. Tujuannya untuk memohon kerahayuan jagat (keselamatan dunia). Di Bali yang kita cintai supaya wabah ini (pandemi Covid-19) berhenti. Bali agar diberikan restu untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan pariwisata,” papar Mangku Gede yang aktif dalam pelestarian adat budaya Bali bersama tokoh-tokoh masyarakat.
Upaya sekala niskala untuk menghentikan gering agung pandemi Covid-19 tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tapi oleh seluruh elemen masyarakat yang peduli dengan alam semesta ini. “ AMD yg merupakan tokoh sentral Puri Tegal Denpasar adalah tokoh Bali yang juga trah raja, punya kelebihan finansial dan dengan tulus ikhlas melakukan upaya puja kerahayuan jagat melalui Karya Agung Upacara Pakelem Agung Pamahayu Jagat ini. Jadi tiang sangat mendukung upaya ini karena tujuannya sangat mulia,” papar Aji Mangku Gede yang juga Ketua Umum Paiketan Pemangku Pawana Shanti Provinsi Bali ini.

Ketika Karya Agung Upacara Pakelem Agung Pamahayu Jagat dihubungkan dan dirangkaikan dengan Pemelastian Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar – Pemecutan, dikatakan Raja Dewata leluhur AMD ikut ngerarung malaning jagat (membersihkan kotoran dunia) dan memohon tirta amerta (air suci keselamatan).
“Jadi beliau (AMD) melalui upaya niskala pemahayu jagat ini ingin alam semesta beserta isinya rahaya (selamat), alam ini harmonis, damai, sifat-sifat kebuthaan keraksaan supaya somia (dilebur). Ini juga diperkuat dengan petunjuk gempa pada Sabtu, Tumpek Wariga Sasih Kalima, tanggal 16 Oktober 2021 lalu. Menurut petunjuk lontar Widhi Sastra Roga Sangara Gumi gempa di Sasih Kalima bertanda baik, para dewa senang berada di bumi. Jadi upaya pemahayu jagat ini semoga membawa keselamatan dan kedamaian di dunia, kita terbebaskan dari gering agung Covid-19,” terang Drs. Anak Agung Ngurah Wisnu Wardhana, Msi., selaku Manggala Karya yang dihubungi via WA.
Terkait Karya Agung Upacara Pakelem Agung Pamahayu Jagat akan dilangsungkan di Segara (Pantai) Matahari Terbit, Sanur Denpasar, Wrespati Sungsang, Sasih Kalima, Kamis 4 November 2021 ini, yadnya pakelemnya menggambil tingkatan utamaning utama dengan menggunakan kerbau, kambing hitam, angsa, bebek, ayam manca warna dan saran lainya. Prosesi upacara akan dipuput empat orang sulinggih yakni Ida Pedanda Made Manggis Keniten Siladan, Ida Pedanda Istri Buda Aji Batuan, Ida Rsi Bhujangga Giri Kusuma Angkling dan Ida Pedanda Sakti Telabah Badung.
Karya Agung Upacara Pakelem Agung Pamahayu Jagat Lan Pemelastian Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar – Pemecutan ini juga didukung Pemerintah Kota Denpasar, akan dihadiri Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jayanegara yang akan mulang pakelam agung dan mengapresisi atas upaya niskala pemahayu jagat ini. “AMD sudah berkoordinasi dengan Bapak Walikota dan beliau memberikan dukungan dan apresiasi,” terang Gusti Ngr Mendra.
“Karena tanda alamnya jelas, sumber sastra dan lontarnya jelas, upaya pemahayu jagat ini mutlak dilakukan. Apalagi ini kan tujuannya sangat baik agar semua penghuni alam semesta ini mendapatkan keselamatan, damai, harmonis dan tentram.
Sementara itu Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn., yang akrab disapa AMD selaku Penanggung Jawab Karya Agung Upacara Pakelem Agung Pamahayu Jagat Lan Pemelastian Ida Ratu Bhatara-Bhatari Puri Tegal Denpasar – Pemecutan menjelaskan upaya sekala dan niskala untuk mengembalikan Taksu Bali harus dilakukan berbagai pihak, sinergi pemerintah dengan tokoh-tokoh masyarakat dibutuhkan saat ini. Diharapkan upaya niskala ini bisa menjadikan Bali Pulih kembali, perekonomian kembali berjalan lancar, masyarakat Bali bisa melakukan Dharma dan Swadharma dengan baik.
Karya agung ini juga melibatkan segenap pesemetonan Ageng Puri Tegal Denpasar Pemecutan, Paiketan Pemangku Provinsi Bali, Pemangku Pura Luhur Sandat Tegal Denpasar, Pedalangan Sepuh Taman Bali dan lainnya. (wid)

