Pemkab Buleleng Bersama Undiksha Singaraja Lakukan FGD Dan Penanandatangan MOU PKL Calon Pengembang TP

0
300

 

Balinetizen.com, Buleleng

Pola pembelajaran di satuan pendidikan dari sifatnya manual ke digitalisasi, menjadikan peran dari pengembang Teknologi Pendidikan (TP) sangat tinggi dalam membantu guru membuat media pembelajaran yang bagus dan menarik. Artinya lulusan TP memiliki kompetensi yang di butuhkan saat ini oleh sekolah. Namun, dari sisi regulasi jabatan di pemerintahan, jabatan fungsional itu belum di cantumkan sebagai jabatan fungsional maupun non guru ataupun tenaga pendidikan yang ada di sekolah. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Drs. Gede Suyasa,M.Pd usai menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) dan penandatanganan MOU Praktek Kerja Lapangan (PKL) calon pengembang TP, di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha Singaraja, pada Rabu, (23/2/2022).

Iapun mengungkapkan saat ini sudah ada PP No. 57 Tahun 2021. Dimana dalam PP tersebut, ditekankan tentang tenaga kependidikan yang ada di sekolah sebagai jabatan pengembang. Maka, kalau dilihat dari posisi jabatan pengembang pendidikan, lulusan TP relevan sebagai jabatan fungsional pendidikan.

“Mungkin akan ditindaklanjuti lagi sampai kita menunggu di peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemndikbud-Ristek) terbaru. Kalau ini sudah turun dan sudah dipastikan, maka pemerintah daerah bisa membuka kuota pegawai, baik itu CPNS maupun PPPK yang diambil dari lulusan teknologi pendidikan,” jelas Suyasa.

“Dengan adanya regulasi baru dan TP bisa ditetapkan nantinya menjadi jabatan fungsional pengembang pendidikan, maka pemerintah daerah bisa membuka kuota CPNS untuk bisa ditempatkan di satuan pendidikan yang sesuai dengan rasio kebutuhan di masing-masing sekolah.” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng Made Astika mengatakan dalam penandatanganan MOU PKL di satuan pedidikan, dimana nanti akan diterjunkan sejumlah mahasiswa yang berkompeten dalam membantu satuan pendidikan untuk mengembangkan teknologi pembelajaran.

Baca Juga :  Sekaa Gita Jaya Semara Duta Kota Denpasar Siap Sajikan Penampilan Terbaik pada Lomba Baleganjur PKB XLVII

“Ini coba kita upayakan uji coba di satuan pendidikan, khususnya pada tingkat SMP di wilayah Kecamatan Buleleng. Itu kita melihat di lapangan, ada guru yang kurang paham, sedang dan cepat dari teknologi,” ujarnya.

Dengan dilakukannya uji coba tersebut, Kadis Astika berharap dengan adanya dukungan dari tenaga teknologi, khususnya FIP Undiksha jurusan TP dapat membantu guru untuk menyusun, membuat dan menerapkan teknologi pendidikan.

“Kedepannya, teknologi ini mau tidak mau, suka tidak suka di satuan pendidikan akan tetap terlaksana, tidak hanya pasca Covid-19 saat ini. Karena, perkembangan teknologi kita saat ini semakin cepat dengan seiring perkembangan jaman,” tandasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here