Balinetizen.com, Denpasar
Bali menjadi tuan rumah perhelatan fesyen terbesar Bali International Fashion Week 2002, event yang diikuti oleh para fashion designer dan model-model cantik yang profesional dari berbagai negara Asia dan Eropa ini menandai dilanjutkannya upaya pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali pasca pandemi melalui industri mode.
Event yang diinisiasi oleh The Soekarno Center ini akan diselenggarakan pada tanggal 11-15 Oktober 2022 di Museum Pasifika Nusa Dua (Kawasan Indonesia Indonesia Tourism Development Corporation/ITDC).
Berbagai persiapan intensif sedang dimatangkan termasuk mekanisme kontestasi calon fashion designer dan para model termasuk sesi audisinya.
“kami membuka pintu peranserta masyarakat umum untuk mengikuti persyaratan dan pendaftarannya melalui www.baliinternationalfashionweek.com nanti disitulah calon fashion desainer dan model yang merasa memiliki kemampuan dan talentanya dapat bergabung,” kata
Bali International Fashion Week 2022 adalah sebuah wadah bagi para pelaku usaha industri kretif dan UMKM bukan saja dari Bali dan Indonesia tetapi semua lapisan masyakat seluruh dunia dapat ikut serta dalam kegiatan ini.
Dengan adanya kegiatan diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas hasil karyanya dengan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat agar mampu bersaing dikancah Internasional. Acara yang diinisiasi oleh The Sukarno Center ini adalah sebuah bentuk apresiasi serta dukungan terhadap para pelaku usaha UMKM yang telah berkontribusi dalam memajukan industri fashion di Indonesia. Diharapkan melalui acara ini dapat terus berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan hasil karyanya.
Dengan mengusung tema “Anjali Mahakarya Wastra Bali” yang memiliki arti “Persembahan Pagelaran Terbaik Untuk Busana Khas Bali, Nusantara dan Internasional Dengan Modifikasi Mengikuti Perkembangan Zaman Dan Medernisasi”, diharapkan mampu memberikan semangat kepada para pengrajinkain tradisional nusantara untuk terus berkarya serta menjaga eksistensi budaya nasional.
Tentu hal ini merupakan sebuah langkah dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya nasional, serta menjadikan kain hasil kerajinan daerah sebagai ikon dalam estetika bangsa Indonesia. Dengan kolaborasi yang apik antara pengrajin kain daerah dengan para desainer kelas dunia, diharapkan dapat meningkatkan nilai dari karya tersebut sehingga dapat lebih dikenal dan mampu bersaing pasar global.
Hadir dalam Prescon tersebut, Ni Ketut Nesa Santini (BIFW), Mr. Naveen Maghwal (Direktur ICCR), Pt. A. Prawira Eka Putra, S.KM (ketua panitia BIFW), Yongki Perdana (founder YMM organizer), Mahdyrez (Pelaku Industri Kreatif/Aktor Film), Indira Laksmi (Desiner) dan Dr. Shri I Gusti Ngurah Wira Wedwitri, S.Sos, SH, MH (Dewan Pembina The Sukarno Center/Law Center Marhaen).
Audisi Model akan berlangsung pada Tanggal 25 September 2022 di TS Suites Seminyak Kuta Badung, Press Conference Tahap 2 Tanggal 11 Oktober 2022 dan Workshop, Seminar, Fashion Show serta Exhibition Tanggal 11 – 15 Oktober 2022 di Museum Pasifika Nusa Dua (Kawasan Indonesia Indonesia Tourism Development Corporation / ITDC).
Dengan menggandeng Yongki Model Management (YMM) Event Organizer, diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk dapat berkarya dan memberikan kontribusi dalam memajukan industri fashion di Indonesia.
Dr. Shri I Gusti Ngurah Wira Wedwitri, S.Sos, SH, MH (Dewan Pembina The Sukarno Center/Law Center Marhaen) yang kerap disapa Gus Wira memastikan bahwa karya inovatif serta kreativitas yang turut mengusung event ini kesemuanya sudah memperhatikan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Kemenkumham RI.
“The Soekarno Center mengajak teman-teman di industri fesyen ini agar selalu mematuhi ketentuan hukum dan perundang-undangan sebab dengan mendaftarkan kreasinya niscaya akan terbangun royalty atas karya yang dihasilkan,” pungkas Gus Wira. (hd)

