Balinetizen.com, Jembrana
Lomba ogoh-ogoh serangkaian hari raya Nyepi Tahun Caka 1945 di Kabupaten Jembrana telah berlangsung. Tim juri telah melakukan penilaian bahkan menetapkan pemenang.
Sebanyak 15 ogoh-ogoh dari lima kecamatan di beratraksi di Catus Pata Simpang Empat Sudirman, Kota Negara. Ogoh-ogoh yang tampil merupakan 3 terbaik dari masing-masing kecamatan di Jembrana.
Dari 15 ogoh-ogoh yang tampil, panitia menetapkan 5 ogoh-ogoh sebagai pemenang. Diantaranya ogoh-ogoh dengan judul Nyai dari Desa Adat Banyubiru sebagai Juara I. Kemudian Juara II ogoh-ogoh Tebu Sale dari Banjar Adat Pancar Dawe, Desa Adat Kerta Jaya, Kelurahan Pendem.
Selanjutnya Juara III ogoh-ogoh Ajian Kereb Akasa Desa Adat Pangyangan, Juara IV ogoh-ogoh Kala Biung Rau dari Desa Nusa Sakti dan Juara V dari Desa Adat Sangkaragung dengan judul ogoh-ogoh Tonyan Kulkul.
Hingga ditetapkan, 15 peserta dan 5 pemenang lomba ogoh-ogoh dari informasi belum mendapatkan dana apresiasi atau hadiah.
Terkait hal tersebut Sekdis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Jembrana, Ida Bagus Kade Biksa dikonfirmasi Senin (27/3/2023) mengatakan bahwa masih dalam proses.
“Baru proses, kan baru Jumat masuk. Tapi sudah diproses setelah pengumuman pemenang” ujarnya.
Pihaknya juga melakukan pemanggilan terhadap pemenang lomba ogoh-ogoh. Dan bagi pemenang yang belum memiliki NPWP akan dibantu untuk dibuatkan. “Bagi yang belum punya NPWP nanti kita bantu membuatkannya” tandasnya.
Untuk diketahui 15 peserta lomba ogoh-ogoh mendapatkan uang apresiasi dari Pemkab Jembrana melalui Dinas Parbud Jembrana masing-masing sebesar Rp.7 juta. Selanjutnya bagi lima pemenang berhak atas hadiah atau uang apresiasi, Juara I Rp.20 juta, Juara II Rp.15 juta, Juara III Rp.10 juta dan Juara IV atau Harapan I Rp.8 juta serta Juara V atau Harapan II Rp.5 juta.
Dinas Parbud Jembrana juga memberikan dana apresiasi sebesar Rp.2,5 juta untuk masing-masing STT (Sekehe Teruna Teruni) yang membuat dan mengikuti lomba ogoh-ogoh serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1945 di tahun 2023 ini. (Komang Tole)

