Usulkan China Town di Dalung Permai, Putu Parwata Terima Utusan Kelian Dinas dan Kelian Tempek Se-Badung

0
214

 

Ketua DPRD Badung Putu Parwata menerima utusan kelian dinas dan kelian tempek se-Badung. Salah satu usulannya berupa penataan dan pembangunan China Town di Dalung Permai sehingga perekonomian bisa hidup 24 jam sehari.

Balinetizen.com, Badung

Selain menerima pengurus Badung Mangupura Happy Movement, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Senin (3/4/2023) juga menerima utusan kelian dinas dan kelian tempek se-Kabupaten Badung. Mereka diterima di ruang rapat pimpinan (rapim) DPRD Badung.

Pada kesempatan itu, ujar Ketua DPRD Badung Putu Parwata, para kelian dinas dan kelian tempek mengajukan sejumlah usulan. Usulan itu berupa semrawutnya jalan utama di Bundaran Dalung Permai. Ini diakibatkan parkir yang tidak disiplin, adanya pedagang-pedagang bermobil di pinggir jalan, serta adanya pemilik ruko menjual sempadan bangunannya kepada pedagang-pedagang. “Pedagang-pedagang ini membuat bangunan-bangunan permanen di depan ruko. Dengan begitu, ini membuat kesemrawutan yang terjadi di Dalung Permai,” katanya.

Sesuai rancangan pembangunan, Kawasan Dalung Permai itu adalah kawasan satelit. Jadi mereka mengusulkan supaya dilakukan penertiban. “Ini sudah kami sampaikan kepada Satpol PP, langsung tadi kami minta Satpol PP mulai menertibkan semua pedagang dan pemanfaatan sempadan. Jadi tidak boleh ada bangunan di depan ruko karena itu merupakan sempadan bangunan yang harus diikuti aturan-aturannya,” tegasnya.

Berikutnya, kata politisi PDI Perjuangan asal Dalung, Kuta Utara tersebut, para kelian dinas dan kelian tempek ini menginginkan supaya Dalung Permai ini mempunyai ciri khas, bukan saja dia kawasan penghuni tetapi Dalung ini dibuatkan China Town supaya tertata kawasannya dengan rapi dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. “Jadi kita akan usulkan kepada pemerintah agar tahun ini dibuatkan DED-nya tentang pembangunan China Town di Dalung Permai. Ini akan memberikan dampak ekonomi secara luas kepada seluruh masyarakat yang ada di Badung,” tegasnya.

Baca Juga :  Putu Parwata Ingatkan MDA agar Fungsi Desa Adat Dioptimalkan

Kalau konsep China Town berjalan, ekonomi akan berjalan selama 24 jam dan perputaran ekonomi akan terjadi. Sesuai apa yang diharapkan Bupati sesuai dengan visinya, tahun ini adalah tahun investasi. Bagaimana investasi ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, makanya kita dorong Dalung Permai ini menjadi China Town sehingga ekonominya hidup 24 jam dan memberikan dampak kepada seluruh masyarakat yang ada di Badung.

Selanjutnya, ujar Parwata, kelian dinas dan kelian tempek menyatakan seluruh Kabupaten Badung ini banyak perumahannya. Ada kelian dinas, ada kelian adat, di perumahan itu tanggung jawabnya oleh kelian tempek. Diusulkan supaya kelian tempek ini juga mendapat nafkah yang sama dengan kelian adat atau minimal ada suatu perhatian pemerintah kepada kelian tempek se-Badung ini. “Atas usulan itu, kami mencoba membuat kajian dan akan disampaikan kepada pemerintah untuk dilakukan pengkajian. Dengan demikian, seluruh yang terlibat dalam pengelolaan desa baik desa dinas maupun desa adat dan lingkungan supaya melakukan sinergi dengan baik,” katanya.

Ditanya wujud China Town tersebut, Parwata menegaskan, konsep China Town adalah menghidupkan perekonomian kawasan yang ada kawasan perkotaan bisa 24 jam. Lokusnya di jalan induk Dalung Permai. Begitu masuk gapura, terus ke barat dibuka China Town, kita tata dengan baik seingga semua UMKM perekonomian bisa 24 jam. Arah dan tujuannya, katanya, supaya Badung hidup. Semua pedagang datang ke Dalung, semua pembeli datang ke Dalung, sehingga Badung ini hidup, punya ciri khas 24 jam.

“Semua bangunan akan ditata. Ada namanya sempadan bangunan, ada sempadan jalan, dan ada trotoar. Ini kita tata dengan baik sehingga pada malam harinya akan diatur untuk pedagang-pedagang yang ada di Badung ini. Outputnya supaya ekonomi di Badung ini terus tumbuh bersama-sama dengan UKM kita,” ujarnya. (RED-BN)

Baca Juga :  Mengenang Uskup Agung Ende, Paguyuban warga Lintas Etnis, Siap Gelar Misa di Gereja Katedral Denpasar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here