Balinetizen.com, Jembrana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana melaksanakan simulasi evakuasi mandiri bencana gempa bumi dan tsunami, Rabu (26/4/2023).
Kegiatan serangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) dilaksanakan di halaman SMPN 6 Negara di Banjar Awen Mertasari, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. Simulasi melibatkan sekitar 300 orang diikuti instansi terkait diantaranya Polres Jembrana, Kodim 1617/Jembrana, Pol PP dan Dinas Kesehatan termasuk Tagana, PMI, Linmas, pelajar serta masyarakat.
Diawali dengan bunyi sirine sebagai tanda telah terjadi bencana gempa bumi. Pelajar dan guru yang saat itu sedang belajar berlari keluar menyelematkan diri dari ruang kelas. Mereka berkumpul di halaman sekolah sebagai tempat yang paling aman.
BPBD Jembrana juga melakukan simulasi pasca bencana dengan menyiapkan delapan unit kendaraan ambulan, dua kendaraan pengangkut logistik, membangun tenda dan penanganan terhadap korban bencana oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk kesiapsiagaan, baik petugas dalam memberikan pertolongan maupun masyarakat apabila sewaktu waktu terjadi bencana gempa bumi yang disusul dengan tsunami.
“Harapannya tentu kita semua dapat melakukan tindakan dengan tepat dan cepat untuk mencegah terjadinya korban. Juga untuk mengingatkan kita semua akan adanya ancaman bahaya bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi” terangnya.
Selain itu sambungnya bertujuan membangun ketangguhan masyarakat untuk selalu siap menghadapi bencana. Dan meningkatkan pengetahuan masyarakat agar mampu melakukan evakuasi mandiri bila terjadi bencana. (Komang Tole)

