Tragis! Korban Pengeroyokan Pekerja Proyek di Sawangan Meninggal, Polisi Amankan 11 Orang

0
39

 

Balinetizen.com, Badung

Kasus keributan yang berujung pengeroyokan di mess pekerja proyek pembangunan di Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, berakhir tragis.

Salah satu korban berinisial AW (24) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

AW dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 12 September 2026 sekitar pukul 19.30 Wita. Korban sebelumnya mengalami sejumlah luka setelah terlibat dalam keributan dan dugaan pengeroyokan di mess pekerja proyek PT Tunas Jaya di Br. Sawangan, Nusa Dua, pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, jenazah AW saat ini masih berada di kamar jenazah RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah (RSUP Sanglah), Denpasar.

Pihak keluarga, dalam hal ini ayah kandung korban, juga telah mengajukan permohonan persetujuan untuk dilakukan otopsi guna mengetahui secara medis penyebab kematian korban.

Sebelumnya, AW bersama sejumlah pekerja lainnya menjadi korban dalam insiden keributan yang terjadi di mess tenaga kerja proyek di kawasan Sawangan.

Peristiwa tersebut bermula ketika salah seorang pekerja, Yohanes K (19), hendak menuju kamar mandi dan tidak sengaja menyenggol seng hingga menimbulkan suara cukup keras.

Seorang petugas keamanan kemudian menegur Yohanes. Meski Yohanes disebut telah menjelaskan bahwa suara tersebut terjadi karena tidak sengaja dan telah meminta maaf, situasi kemudian berkembang menjadi adu argumen.

Salah seorang pekerja lainnya, Andrianus, yang saat itu sedang tidur kemudian terbangun dan menghampiri lokasi. Dalam keterangan awal kepolisian, Andrianus disebut membawa pisau.
Ucapan yang disampaikan saat situasi memanas kemudian memicu kemarahan sejumlah pekerja lainnya hingga terjadi aksi pemukulan.

Dalam kejadian tersebut, beberapa pekerja mengalami luka-luka dan sempat diamankan ke pos security. Para korban selanjutnya mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
AW menjadi salah satu korban yang mengalami sejumlah luka, antara lain pada bagian bibir, mata, pipi, tangan kanan dan kaki kiri.

Baca Juga :  Bupati Eka Bantu 100 Warga Penderita Stroke

Selain AW, terdapat sejumlah korban lainnya yang mengalami luka dalam insiden tersebut, di antaranya Rafael BB (22) serta beberapa pekerja lainnya.
Polisi Amankan 11 Orang
Pasca-insiden tersebut, pihak korban membuat laporan pengaduan ke SPKT Polsek Kuta Selatan pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 21.30 Wita.

Polresta Denpasar melalui Satreskrim Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan kemudian melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Terbaru, setelah AW meninggal dunia, polisi telah mengamankan 11 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus tersebut.

“Kita masih melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, dalam keterangannya di Denpasar, Sabtu (12/9).

Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan proses otopsi terhadap jenazah AW.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here