Gubernur Koster tidak Konsisten Menjaga Kesucian Bali : Gunung Agung Dilarang Didaki, Tapi Bhisama PHDI Pura Besakih Dilanggar

0
225

 

Balinetizen.com, Denpasar

Gubernur Bali Wayan Koster (WK) sudah semakin ngawur, dan punya potensi memecah belah masyarakar ring sawewengkon Gunung Agung. Ini harus dilawan.

Menurut Ketua Forum Penyadaran Dharma Jro Gde Sudibya, Rabu 14 Juni 2023 mengatakan, Bhisama PHDI di kawasan dan lingkungan Pura Besakih dilanggar dengan membangun terminal bertingkat ngungkukin pura Titi Gonggang, sekarang mengambil keputusan sepihak dengan melarang orang mendaki gunung, tanpa landasan sastra yang jelas. Keputusan yang ngawur, perlu diulas dalam podcast.

Sebelumnya diberitakan, Perbekel dan Bendesa Adat yang ada di wilayah Gunung Agung bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa Jungutan, Lembaga Pengelola Hutan Desa Sebudi, Lembaga Pengelola Hutan Desa Besakih, Lembaga Pengelola Hutan Desa Anugrah Wisesa, Desa Dukuh, dan Forum Komunikasi Pemandu Wisata Gunung Agung sepakat mendukung kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster melarang wisatawan dan masyarakat umum melakukan pendakian ke Gunung Agung, larangan dikecualikan untuk kepentingan upakara, upacara adat, penanganan bencana, pendidikan, penelitian, dan reboisasi.

Kesepakatan dan dukungan secara kompak tersebut disampaikan langsung dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Bupati Karangasem, Gede Dana pada, Senin (12/6).

Menurut netizen, tidak ada rakyat merdeka sekarang. Bentuk buruk dari otoritarianisme, mengatas namakan kesucian, sebuah kejahatan kebijakan. “Lek hatine. Bes pongah juari. Pongah bes pongah juari, ” kata Netizen.

Beberapa catatan reflektif yang disampaikan Jro Gde Sudibya antara lain, Bhisama Kesucian Pura PHDI Pusat, yang telah menjadi ketentuan dalam Perda RTRW Bali, berarti telah menjadi aturan normatif, dilanggar juga dalam proyek terminal bertingkat dan pemugaran Pura Besakih.

“Sedangkan Gunung yang tidak diatur, justru dilarang pendakiannya, dengan alasan kesucian. Terjadi inkonsistensi dan bahkan kerancuan dalam keputusan yang dibuat oleh Gubernur,” katanya.

Baca Juga :  Cegah Paham Radikal Terorisme di Bali, BNPT RI dan Forkopimda Bali Gelar Silaturahmi

Menurutnya, agaknya Gubernur Bali Wayan Koster tidak bisa membedakan antara gunung dengan kesucian puncak gunung.

Dalam sejarah, kata Jro Gde Sudibya, sebut saja spiritualitas bumi Nusantara, menyebut beberapa, gunung Krinci, Tangkuban Perahu, Dieng, Mrapi, Lawu, Penanggungan, Agung dan Rinjani, mewariskan jejak rokhani yang “beririsan”.

“Sehingga menjadi tanda tanya, kenapa gunung-gunung lain bisa didaki, tetapi Gunung Agung tidak? Ada apa dengan prilaku kepemimpinan di Bali?” kata Jro Gde Sudibya. (Adi Putra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here