Balinetizen.com, Denpasar
Program Penangulangan HIV di Indonesia yang dilakukan oleh Instansi Kesehatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) selama ini sudah banyak dilakukan dengan melibatkan Komunitas Populasi Kunci, namun pemberitaan media Online/Cetak masih kerap menyudutkan komunitas adalah sumber utama dalam issue penyebaran virus HIV.
Peranan Media menjadi sangat penting bagi komunitas dalam menekan dampak stigma dan diskriminasi yang selalu diterima oleh komunitas populasi kunci. Media Online/cetak sangat berpengaruh besar untuk bisa merubah prespektif masyarakat yang negative terhadap komunitas populasi kunci! Menjalin relasi antara komunitas dengan media, pengenalan Issue HIV kepada Media Online/Cetak yang selama ini sangat erat diberitakan dan berkaitan dengan komunitas, serta sharing dan kordinasi bersama demi menekan dampak sitgma dan diskriminasi terkait pemberitaan komunitas tentang issu Penanggulangan HIV.
Untuk itulah dalam rangka upaya sentisisasi HIV-AIDS bagi pegiat media terhadap populasi kunci digelar Indonesia Aids Coalition (IOC) di Hotel Artotel Sanur Denpasar, Rabu, 17 Mei 2023.
Hadir dalam FGD tersebut KPA Kota Denpasar, LBH Bali, PKBI Bali, Forum Peduli AIDS Bali, Perwakilan Komunitas dan Jurnalis.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong Sentisisasi HIV-AIDS di kalangan media jurnalistik terhadap populasi kunci dari perspektif ODHIV, hukum dan HAM serta gender. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberitaan tentang isu HIV-AIDS dari berbagai perspektif sesuai disebut diatas yang ramah, berempati, tidak bombastis, sensional terhadap populasi kunci diberbagai media mainstream maupun online serta Menurunkan stigma dan diskriminasi masyarakat luas terhadap populasi kunci terkait dengan HIV-AIDS.
Populasi kunci dimaksud adalah ODHIV, Laki Seks dengan Laki (LSL), Pekerja Seks (PS), transgender dan penasun.
Sehingga diharapkan terjadinya sentisisasi isu HIV-AIDS di kalangan pegiatan media jurnalistik terhadap populasi kunci dari perspektif ODHIV, hukum dan HAM, serta gender. Dan adanya peningkatan kualitas dan kuantitas pemberitaan tentang isu HIV-AIDS dari berbagai perspektif sesuai disebut diatas yang ramah terhadap populasi kunci diberbagai media mainstream maupun online serta Berkurangnya stigma dan diskriminasi masyarakat luas terhadap populasi kunci. (hd)

