Todat dan Tomas dari Tiga Kelurahan  Dukung Rencana Revitalisasi Pasar

0
196

 

Balinetizen.com, Jembrana

Tokoh adat (Todat) dan tokoh masyarakat (Tomas) dari Kelurahan Pendem, Kelurahan Loloan Timur dan Kelurahan Dauhwaru di Kecamatan Jembrana memberikan dukungan akan rencana revitalisasi Pasar Umum Negara (PUN).

Dukungan juga datang dari LPM dan Kepala Lingkungan (Kaling) dari tiga kelurahan pendamping Pasar Umum Negara (PUN) tersebut. Bahkan mereka siap mensosialisasikannya kepada pedagang yang melakukan penolakan. Lokasi pasar terbesar di Jembrana masuk wilayah Kelurahan Pendem.

Dukungan tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (24/6/2023) malam. Hadir saat pertemuan tersebut Sekda Jembrana Made Budiasa, Kepala Dinas terkait, Camat Jembrana serta tiga lurah dari kelurahan pendamping PUN.

“Kami sangat mendukung adanya revitalisasi pasar. Kami siap mensosialisasikan. Kalau masalah politik kami tidak tahu. Kami siang mendukung program Bapak Bupati,”ujar Bendesa Desa Adat Lokasari, Kelurahan Loloan Timur, I Nengah Mahadiarta, Jumat (23/6/2023).

Dukungan juga disampaikan Bendesa Desa Adat Pendem, I Wayan Cantra. Bahkan dirinya akan memanggil satu persatu pedagang yang diduga menolak khususnya asal Desa Adat Pendem. Dan juga meminta agar Bupati Jembrana I Nengah Tamba untuk bisa bersabar.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan bahwa revitalisasi Pasar Umum Negara (PUN) semata-mata untuk kesejahteraan para pedagang dan masyarakat Jembrana secara umum.

Saat ini, kata Bupati Tamba, semua kabupaten/kota di Bali bergerak cepat. Bahkan ada yang membangun pasar tradisional modern walaupun dengan harus berhutang demi kesejahteraan masyarakatnya.

“Kita di Jembrana bersyukur sudah dibantu pusat. Jembrana kedepan harus maju. Saya ingin Jembrana naik kelas, sejajar dengan kabupaten lain” tandasnya.

Tahapan-tahapan persiapan pelaksanaan revitalisasi PUN menurutnya, sudah berjalan. Dan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan tempat relokasi sementara untuk para pedagang berjualan selama proses pengerjaan revitalisasi.

Baca Juga :  Jadi Biang Kemacetan, Dishub Denpasar Tertibkan Truk Parkir Sembarangan di Kawasan Patung Titi Banda

Dua lokasi relokasi yang sudah disiapkan yakni di Peken Ijogading dan areal parkir belakang Pemkab Jembrana. Selain itu pihaknya juga akan menggratiskan segala bentuk retribusi harian, air maupun listrik bagi para pedagang selama proses pengerjaan revitalisasi PUN.

“Peken Ijogading mulai 1 juli sudah boleh digunakan. Pedagang yang dapat lokasi disana sudah siap untuk pindah,” ungkapnya.

Sedangkan untuk lokasi relokasi di areal parkir belakang Pemkab Jembrana, sambungnya, baru bisa dipakai berjualan tanggal 16 Juli 2023. Karena masih dilakukan beberapa penataan dan penambahan fasilitas demi kenyamanan para pedagang dan pembeli.

“Jadi sesuai surat pemberitahuan dari Dinas terkait, per tanggal 21 Juli 2023, tidak ada lagi aktivitas jual beli di Pasar Umum Negara,” pungkasnya. (Komang Tole).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here