Balinetizen.com, Badung-
Sebagai lanjutan dari Festival Pantai Jerman Juni 2023, Kementerian Perdagangan RI dan Dinas Perindustrian serta Perdagangan Provinsi Bali menginisiasi acara kemitraan ritel modern.
Forum yang diadakan di Hotel Aryaduta, Kuta, Badung ini bertujuan untuk menghubungkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan ritel modern, marketplace, dan lembaga pembiayaan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, I Wayan Jatra, menekankan pentingnya penetrasi produk lokal UMKM ke pasar digital seperti marketplace dan ritel modern.
“Covid dan pesatnya perkembangan teknologi menuntut para UMKM memperluas pasar melalui pemasaran digital,” ujar Jatra, di Badung, Bali, Jumat 13 Oktober 2023.
Menanggapi fenomena penjualan oleh ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, Jatra mendorong UMKM untuk memasarkan produknya di ritel modern tersebut, selain melalui marketplace seperti Balimall.id dan sekolah Shopee yang sudah bekerja sama dengan pemerintah provinsi Bali.
Namun, tantangan tidak hanya datang dari persaingan pasar digital. Ni Made Yogi Lestari, seorang penggiat dan pemerhati UMKM berbasis tradisi, menyuarakan kendala yang dihadapi oleh UMKM lokal di Bali. Ia menyoroti mahalnya biaya kemasan dibandingkan dengan daerah lain seperti Lombok.
Selain itu, masalah pembiayaan juga menjadi hambatan bagi para pelaku UMKM di Bali.
“Pelaku UMKM harus memiliki izin usaha yang jelas agar mendapatkan dukungan pembiayaan dari bank,” tegasnya.
Di tengah tantangan ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Kemendag RI terus berupaya mendorong UMKM lokal untuk berinovasi mengikuti perkembangan teknologi.
Melalui kerjasama yang terjalin, produk lokal yang berpartisipasi dalam Forum Kemitraan akan dipilih secara khusus untuk dipasarkan di ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, serta marketplace terkemuka seperti Shopee dan Sarinah.
Saat ini, kecenderungan masyarakat berbelanja secara online semakin meningkat.
Oleh karena itu, UMKM di Bali perlu terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas produknya agar dapat bersaing dalam pasar modern.
Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk dalam Negeri Kemendag RI, Krisna Ariza menegaskan pihaknya akan terus berkolaborasi untuk mendorong UMKM lokal khususnya di Bali untuk terus maju dengan berinovasi mengikuti kemajuan teknologi.
“Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, UMKM lokal di Bali diharapkan dapat memperkuat eksistensinya, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga di pasar global,” tandasnya.(Tri Prasetiyo)

