Pembiayaan Korban Tersambar Petir Dibantu RS Negara dan BPBD Jembrana

0
199
Direktur RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati.
Balinetizen.com, Jembrana-
Keluarga dan korban tersambar petir kini bisa bernafas lega. Pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Negara dan BPBD Kabupaten Jembrana bersama instansi terkait siap membantu biaya pengobatan.
Direktur RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati mengatakan, bahwa sejak korban masuk RSU Negara untuk mendapatkan perawatan, pihak rumah sakit tidak ada memungut biaya dari 12 korban tersambar petir.
“Kami, RSU Negara sejak awal tidak ada menarik biaya dari semua korban,” tegas Dokter Eka, Selasa (30/1/2024).
Pihaknya sempat berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan. Dan untuk pembiayaan semua pasien tidak bisa (dicover) oleh BPJS kesehatan, karena saat itu korban sedang bekerja.
“Infonya seharusnya pembiayaan ditanggung oleh BPJS Tenaga Kerja. Tapi semua korban tidak memiliki BPJS Tenaga kerja,” ujarnya.
Mendapati permasalah tersebut pihaknya langsung mengambil langkah berkordinasi dengan instansi terkait serta kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba.
“Atas instruksi Bapak Bupati smua pasien dibantu dan dikoordinasikan dengan dinas terkait,” sebutnya.
Untuk pasien rawat jalan sepenuhnya dibantu oleh rumah sakit (RSU Negara). Sedangkan untuk pasien rawat inap dan yang dirujuk ke rumah sakit Tabanan pembiayaan dibantu dari dana santunan BPBD sebesar Rp. 5 juta.
Masyarakat khususnya pekerja dihimbau untuk memiliki BPJS Ketenagakerjaan. “Kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi pekerja apapun. Karena tidak semua bisa ditanggung BPJS Kesehatan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 orang pekerja pemetik semangka tersambar petir. Mereka saat itu berteduh disebuah gubuk di tengah sawah karena turun hujan. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/1/2024) sore di wilayah Banjar Delod Pangkung Subak Kawis,.Desa Budeng, Kecamatan Jembrana.
Dari kejadian tersebut 1 orang meninggal dunia atas nama Ni Wayan Suriati (58). Kemudian 1 orang dirujuk ke RSU Tabanan karena mengalami luka serius dan dua orang masih dirawat di RSU Negara. Sedangkan 8 orang lainnya setelah menjalani perawatan di RSU Negara dibolehkan pulang. (Komang Tole)
Baca Juga :  Apresiasi Gubernur Cup Digelar Kembali, Wabup Kembang Usulkan Festival Mekepung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here