4 Periode Pemilu Tidak Terwakilkan Di Legeslatif. Dhukajaya Banjir Dukungan Pompa Semangat Warga Tagline ‘Banyuning Bangkit’

0
143

 

Balinetizen.com, Buleleng

Pemilihan Umum (Pemilu) tinggal menghitung hari tepatnya pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang. Para Calon Legeslatif (Caleg) menggenjot dirinya untuk melakukan sosialisasi kemasyarakat, agar diberikan kepercayaan sebagai anggota legeslatif dalam kurun waktu 5 tahun kedepan.

Kelurahan/Desa Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng saat ini menjadi incaran para Caleg di Dapil Buleleng I Kecamatan Buleleng, Caleg Provinsi Bali, DPR RI dan juga DPD RI, mengingat Kelurahan Banyuning memiliki jumlah pemilih terbanyak di Kabupaten Buleleng yakni sebanyak 13.600 pemilih.

Lantas seperti apa harapan Caleg yang berasal dari Kelurahan Banyuning?

drh. Nyoman Dhukajaya Calon DPRD Kabupaten Buleleng dari Partai Golkar Dapil Buleleng I Kecamatan Buleleng Nomor Urut 4, yang diberikan kepercayaan oleh partai untuk bertarung di Dapil Buleleng I Kecamatan Buleleng tentunya sebagai warga asli Kelurahan Banyuning dengan jumlah pemilih sebanyak 13.600 orang berharap besar kepada Masyarakat Banyuning untuk diberikan kepercayaan sebagai wakilnya di legeslatif pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

“Nahhh…saya sebagai calon yang diberikan amanat oleh partai turun ke masyarakat guna mendengar aspirasi, yangmana selama 4 periode masyarakat Banyuning tidak pernah terwakili di Legeslatif. Mungkin saatnya di Pemilu Legeslatif pada 14 Februari 2024 ini, masyarakat Banyuning memberikan kesempatan kepada saya untuk mewakili aspirasi masyarakat Banyuning 5 tahun kedepan. Yang tentunya hal ini sebuah Amanah dari masyarakat kepada saya untuk mengemban dan memperjuangkan hak politik atau hak demokrasi demi kesejahteraan masyarakat, dalam membangun Kelurahan/Desa Banyuning,” ujarnya.

Keberadaan masyarakat Banyuning saat ini, sebut Dhukajaya yang porsinya 60 persen merupakan warga asli dan 40 persen warga pendatang. Dalam hal ini dirinya akan mampu mengemban amanah kepercayaan masyarakat pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

Baca Juga :  Melihat Wajah Baru The Meru Sanur Melalui Lensa Sejarah dalam Pameran "Reviving the Legacy"

Nyoman Dhukajaya yang kesehariannya merupakan pebisnis khususnya di bidang Kesehatan, memiliki tagline ‘Banyuning Bangkit’ untuk memotivasi warga Banyuning memiliki anggota legeslatif. Mengingat selama 4 periode Pemilu, hak politiknya masyarakat Banyuning merasa tidak tersalurkan, merasa termarginalkan, merasa kurang mendapat perhatian, merasa terpinggirkan, merasa dianak tirikan. Dimana program-program pemerintah berupa bansos kurang menyentuh masyarakat, begitupula menyangkut tentang Kesehatan, infrastruktur, pendidikan, UMKM dan seterusnya.

“Nahh… inilah yang dirasakan masyarakat selama 4 periode pemilu. Apalagi pasca covid-19, betul-betul masyarakat Banyuning sangat minimlah mendapat perhatian. Sehingga pada Pemilu 14 Februari 2024 kali ini, merupakan kesempatan warga masyarakat Banyuning untuk menempatkan wakilnya yang merupakan warga Banyuning di legeslatif khusus di DPRD Kabupaten Buleleng, untuk menyalurkan hak politik atau hak demokrasinya diperjuangkan di Legeslatif,” tutup Nyoman Dhukajaya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here