Balinetizen.com, Jembrana
Ratusan personil diterjunkan untuk mengamankan jalannya Pemilu 2024. Pencoblosan atau pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 akan dilaksanakan pada Rabu, 14 Pebruari 2024.
Sementara Polres Jembrana telah memetakan 4 TPS (Tempat Pemungutan Suara) dengan katagori sangat rawan dari 898 TPS di 51 desa dan kelurahan di Kabupaten Jembrana, Bali.
“Anggota sudah siap semua. Berbagai kemungkinan sudah siap diantisipasi,” ujar Kombes Nyoman Sukina, Patmawil Polda Bali ditemui seusai Apel Kesiapan PAM TPS di Polres Jembrana, Rabu (7/2/2024).
Polres Jembrana telah memetakan dan menetapkan TPS rawan. Namun rawan yang dimaksud terkait masalah geografis disebabkan jarak yang cukup jauh masuk ke dalam hutan.
“Kita belum melihat rawan yang lain. Rawan disini hanya masalah geografis,” tegasnya.
Sementara itu Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, pihaknya menerjunkan 414 personil untuk mengamankan jalannya Pemilu 2024. Dati jumlah itu 10 personil merupakan BKO dari Polda Bali.
“Mereka nantinya melakukan pengamanan di 898 TPS di seluruh Jembrana,” jelas Kapolres Jembrana Tri Purwanto.
Menurutnya di Jembrana ada 4 TPS dengan katagori sangat rawan. Yakni 3 TPS di Kecamatan Pekutatan karena letak geografis sangat jauh bahkan masuk hutan dan berbatasan dengan wilayah Tabanan dan Buleleng dan juga tergolong wilayah rawan bencana alam seperti lomgsor. Terlebih di bulan Pebruari ini di Jembrana kerap turun hujan.
Sedangkan satu TPS sangat rawan lainnya ada di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana. Di TPS tersebut pada pemilu sebelumnya pernah dilakukan PSU (Pemungutan Suara Ulang). “Untuk pengamanan kita juga dibackup dari Polda Bali,” imbuh Kapolres.
Pengamanan di setiap TPS, kata Kapolres Tri Purwanto terbagi menjadi tiga katagori. Yakni untuk TPS kurang rawan nantinya dijaga oleh 2 personil melakukan pengamanan di 6 TPS. Sementara untuk TPS rawan dijaga satu personil dan TPS sangat rawan dijaga 2 personil. “Pengamanan di setiap TPS nantinya juga dibantu dari TNI, Linmas dan pecalang di setiap desa/kelurahan,” ungkapnya. (Komang Tole)

