Raih Hasil Tangkap Dua Kali Lipat, XL Axiata Kembangkan Fitur Baru Aplikasi Laut Nusantara

0
304

XL Axiata Kembangkan Fitur Baru Aplikasi Laut Nusantara

Balinetizen.com, Jembrana

Ribuan nelayan Indonesia di berbagai daerah telah memanfaatkan aplikasi Laut Nusantara dan merasakan manfaatnya. Tercatat hampir 15 ribu pengguna aktif yang berasal dari kalangan nelayan, baik yang telah mendapatkan sosialisasi dan bantuan perangkat langsung dari PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) maupun yang mengunduh secara mandiri. XL Axiata juga terus meningkatkan dan memaksimalkan manfaat penggunaan aplikasi tersebut melalui pengembangan fitur-fitur baru layanan yang dapat digunakan nelayan untuk mendukung aktifitas mencari ikan sehari-hari.

Aplikasi Laut Nusantara menjadi salah satu layanan data digital inovatif yang ditampilkan dalam acara bertajuk “Inovasi Bahari” yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Observasi Laut (BROL) – Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, di Kantor Balai Riset dan Observasi Laut di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali.

Aplikasi berbasis android “Laut Nusantara Fase 3” yang merupakan versi teranyar hasil kolaborasi BROL dan XL Axiata. Aplikasi Laut Nusantara merupakan aplikasi berplatform android untuk mengetahui wilayah tangkapan, informasi sebaran ikan di pelabuhan dan kondisi cuaca di laut yang akan memudahkan kaum nelayan.

Hadir pada acara tersebut Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kealutan dan Perikanan, Prof. Ir. R. Syarief Widjaja, Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Dr. Aryo Hanggono, Kepala Pusat Riset Kelautan dan Perikanan, Drs. Riyanto Basuki dan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan serta Bupati Bangka Tengah DR. Ir. H. Ibdu Saleh.

Selain meluncurkan aplikasi Laut Nusantara fase 3, Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) juga meluncurkan tiga produk digital berbasis Industrialisasi 4.0, diantaranya. Pertama, Observation and Modelling Information System (OMIS) adalah salah satu produk BROL yang menyediakan data dan informasi terkait data dan informasi terkait oseanografi. Kedua, Sistem Informasi Manajemen Laboratorium Kualitas Perairan (SIMANTAP). Ketiga, BROL HPC CLUSTER merupakan perangkat High Performance Computing yang dapat digunakan untuk melakukan komputasi numerik untuk pemodelan laut agar dapat menghasilkan produk data dan informasi kondisi perairan.

Baca Juga :  Berseteru Selama 3 Tahun, PN Denpasar Akhirnya Tetapkan Perdamaian Antara Handoko dan Santi

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kealutan dan Perikanan, Prof. Ir. R. Syarief Widjaja mengatakan, dalam kegiatan Inovasi Bahari kali ini meluncurkan aplikasi Laut Nusantara fase 3 yang dibangun BROL bersama XL Axiata bagi masyarakat Indonesia, terutama para nelayan di seluruh penjuru nusantara. “Melalui aplikasi ini, pengguna aplikasi Laut Nusantara akan bisa mendapatkan informasi mengenai sebaran ikan, isu kelautan hingga ancaman pada pencemaran. Fitur aplikasi Laut Nusantara juga sangat update dan akurat, karena data – datanya didapat langsung dari balai Riset dan Observasi Laut pada Kementrian Kelautan dan Perikanan” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Chief Technology Officer PT. XL Axiata, Yessie D. Yosetya yang mengatakan aplikasi Laut Nusantara hadir untuk mensejahterakan masyarakat khususnya para Nelayan. “Dalam update fase ketiga ini fitur – fitur unggulan yang tersaji diantaranya, Daerah Penangkapan Ikan (sebaran ikan, potensi sebaran ikan, data cuaca),Harga Ikan, hingga Perkiraan BBM yang merupakan fitur untuk mensimulasi berapa jumlah BBM dan biaya yang dibutuhkan bila ingin menuju titik tertentu” ujar Yessie.

Daya tarik aplikasi Laut Nusantara semakin kuat dan meluas di kalangan nelayan Indonesia. Dari sistem yang ada bisa mendeteksi penggunaannya secara regular oleh masyarakat nelayan di banyak daerah di Indonesia. “Tentu ini fenomena yang sangat menggembirakan karena kami dan BROL memang membangun aplikasi ini untuk meningkatkan produktivitas nelayan Indonesia. Hal ini juga berarti bahwa masyarakat nelayan Indonesia semakin menyadari arti penting keberadaan teknologi digital untuk membantu produktivitas mereka” jelasnya.

Sementara Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyambut baik dengan diluncurkannya Aplikasi Laut Nusantara fase ketiga tersebut. “Aplikasi Laut Nusantara sangatlah bermanfaat apabila digunakan dengan maksimal. Update fase tiga yang terbaru tentu fiturnya akan lebih lengkap, dengan itu masyarakat khususnya para nelayan bisa mengatur kapan harus melaut, kapan tidak. Informasi tersebut tentu dapat diakses melalui fitur yang ada dalam aplikasi” ungkap Wabup Kembang.

Baca Juga :  Cegah PMK, Pemkab Jembrana Gelar Vaksinasi Serentak Sasar Lima Wilayah

Rustam, salah seorang nelayan Asal Banyuwangi yang turut menghadiri peluncuran mengatakan sebagai pengguna sejak awal diluncurkannya Aplikasi Laut Nusantara dirinya mengaku sangat dimudahkan ketika akan melaut. Jika digunakan secara maksimal, aplikasi tersebut sangat membantu dalam memberikan informasi yang dibutuhkan ketika mau melaut. “Dengan menggunakan aplikasi ini, hasil tangkapan saya dalam melaut bisa mengalami kenaikan hingga tujuh kali lipat dari biasanya”ungkapnya.

Usai peluncuran, juga dilaksanakan penyerahan bantuan perangkat laut nusantara kepada masing – masing nelayan se-Jembrana dan Peresmian Gedung Pusat Layanan Publik BROL. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here