Tokoh Publik Agung Manik Danendra AMD Angkat Topi atas Keteguhan Gubernur Koster, Bolos Retreat Bukan Melawan Prabowo, Ucapkan Selamat Bekerja Gubernur Bali

0
171

Foto: Agung Manik Danendra (AMD), Tokoh Publik Bali yang pernah digadang-gadang maju sebagai Calon Gubernur Bali pada Pilgub Bali 2024 menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada Gubernur Bali 2025-2030 Wayan Koster.

Balinetizen.com, Denpasar

Tokoh publik Bali, Agung Manik Danendra (AMD), yang dikenal sebagai “The Real Sultan Dermawan Bali,” angkat bicara soal absennya Gubernur Bali Wayan Koster dari agenda retreat kepala daerah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menurut AMD, keputusan Koster mencerminkan loyalitasnya terhadap PDI Perjuangan, partai yang menaunginya.

Seperti diketahui, Koster bersama delapan kepala daerah dari Bali kompak tak hadir dalam retreat di Akademi Militer, Magelang, 21–28 Februari 2025. Langkah ini sejalan dengan instruksi langsung Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Kesetiaan pada Partai, Layaknya Menghormati Leluhur

AMD, yang pernah digadang-gadang maju di Pilgub Bali 2024, menyebut sikap Koster sebagai bentuk kepatuhan terhadap “kawitan”—istilah yang dalam budaya Bali merujuk pada leluhur. Dalam konteks politik, kawitan di sini berarti partai yang telah membesarkan seseorang.

“Sebagai orang Bali, kita tidak boleh melupakan leluhur, kawitan. Apapun risikonya, kesetiaan itu harus dijaga,” ujar AMD, yang juga seorang notaris, advokat dan pengusaha sukses.

Tokoh Publik Bali yang bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn.,itu membandingkan langkah Koster dengan mantan Presiden Joko Widodo, yang menurutnya justru meninggalkan partai yang telah membesarkannya hingga akhirnya dipecat setelah dicap sebagai pengkhinata.

“Pak Koster tetap teguh setia ke kawitannya, sementara ada yang justru meninggalkan kawitannya sendiri,” sindir AMD yang merupakan lulusan Doktor Ilmu Pemerintahan di salah satu kampus ternama di tanah air itu.

Duet Koster-Giri, Harapan Baru untuk Bali

Baca Juga :  Pimpinan dan Anggota DPRD Ucapkan Selamat Kepada Bupati dan Wakil Bupati Karangasem Periode 2025 - 2030

AMD juga menyoroti duet kepemimpinan Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta sebagai pasangan ideal untuk memimpin Bali. Dengan pengalaman Koster sebagai gubernur dan Giri Prasta sebagai Bupati Badung, keduanya dinilai mampu melanjutkan program pro-rakyat.

“Semoga Pak Giri bisa melanjutkan gaya kepemimpinannya yang ‘bares’, tapi dalam skala lebih luas,” harap AMD yang dikenal sebagai tokoh yang lahir dari keluarga Puri yang dekat dengan semua lapisan masyarakat dan Cucunda tokoh legenda dua jaman I Gusti Ngurah Oka Pugur Pemecutan ini.

Meski begitu, AMD mengingatkan bahwa loyalitas pada partai tak boleh mengorbankan hubungan dengan pemerintah pusat. Ia khawatir absennya kepala daerah Bali dari retreat ini bisa berdampak pada perhatian pemerintah pusat terhadap Bali.

“Saya prihatin. Jangan sampai nanti Bali jadi ‘sing ade ape De’ (tidak mendapat apa-apa),” ujar AMD yang merupakan putra dari tokoh pendidikan Bali, Ayahndanya adalah pejuang kemerdekaan RI sebagai Ketua Legium garis depan dengan mendapatkan bintang gelar kehormatan dari Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto.

Bukan Perlawanan, tapi Jalur yang Berbeda

Terkait anggapan bahwa keputusan Koster adalah bentuk perlawanan terhadap Presiden, AMD menilai hal itu berlebihan. Namun, ia tak menampik adanya perbedaan arah antara kepala daerah Bali dan pemerintah pusat.

“Ini seperti rel kereta yang mulai berpisah jalur. Kalau terus begini, bisa menghambat perjalanan ke depan,” ujarn AMD yang selama ini dikenal sebagai sosok yang humanis, namanya harum dan viral berkat berbagai aksi sosial kemanusiaan dengan tidak henti-hentinya berbagi dan beryadnya, memiliki pengalaman organisasi, intelektual tinggi dan disegani kaum milenial.

Di tengah dinamika politik ini, AMD tetap mengapresiasi keteguhan Koster dalam menjaga loyalitasnya. “Saya angkat topi. Setia kepada induk partai, meski mungkin ada dilema di dalam dirinya, itu luar biasa,” pungkasnya. (ana)

Baca Juga :  Pelukis 'Sukma' Susiawan Akan Pamerkan karyanya di Tony Raka Gallery 28 Oktober-28 November 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here