Baligivation, Langkah Nyata Menuju Bali sebagai Pulau Digital 2025

0
270

 

Balinetizen.com, Denpasar

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali resmi meluncurkan program Baligivation, sebuah inisiatif untuk mempercepat transformasi digital di Bali yang menyasar berbagai sektor, mulai dari sistem pembayaran hingga penguatan ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menjelaskan bahwa Balivagation merupakan hasil kolaborasi antara BI Bali, Pemprov Bali, pemerintah kabupaten/kota, dan asosiasi, dengan tujuan menampilkan kemajuan digitalisasi di Pulau Dewata.

“Pertumbuhan ekonomi Bali pada 2024 tercatat mengesankan, yakni 5,48%, ditopang oleh sektor pariwisata, akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, serta konstruksi. Untuk 2025, kami perkirakan akan tumbuh di kisaran 5,1% hingga 5,8%,” ujar Erwin, Rabu (30/4/2025).

Erwin menekankan bahwa digitalisasi menjadi tulang punggung baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali. Salah satu indikator keberhasilan adalah meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital melalui QRIS. Saat ini, terdapat 959 ribu merchant yang telah menggunakan QRIS di Bali, tumbuh 16% secara tahunan, dan lebih dari 1 juta pengguna aktif.
Erwin memaparkan perkembangan Digitalisasi di Bali meningkat dengan cukup signifikan.

“Perkembangan Pembayaran Digital:
Transaksi QRIS di Bali mencapai 10,7 juta transaksi per bulan, dengan nilai mencapai Rp1,54 triliun,” jelasnya.

BI Bali juga memperkenalkan QRIS Tap berbasis teknologi Near Field Communication (NFC) yang memudahkan pembayaran hanya dengan mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran.
Selain itu berkat QRIS Crossborder, wisatawan dari Singapura, Malaysia, dan Thailand kini bisa bertransaksi di Bali menggunakan QRIS. Ke depan, BI Bali menargetkan perluasan ke negara lain, mendukung citra Bali sebagai destinasi wisata internasional yang modern dan inklusif secara digital.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang diwakili oleh Made Artana selaku Koordinator Kelompok Ahli Ekonomi Kreatif Digital menjelaskan, seluruh pemerintah kabupaten/kota di Bali kini telah masuk dalam kategori digital berdasarkan indeks elektronifikasi transaksi.

Baca Juga :  Tiga Kandidat bersaing Uji Seleksi Direksi Perumda Tirta Amertha Jati Jembrana

Pemprov Bali bahkan menempatkan digitalisasi sebagai program prioritas ke-6, dengan visi menjadikan Bali sebagai Pulau Digital.

Dipaparkannya bahwa ada empat Langkah Strategis Menuju Bali Pulau Digital:

1. Penguatan Regulasi:
Melalui Surat Edaran Gubernur, BI Bali mendorong akselerasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, penggunaan Kartu Kredit Indonesia, serta pembuatan roadmap ATPD hingga 2030.

2. Transformasi Digital di Masyarakat:
Perluasan Banjar Digital, digitalisasi destinasi wisata, dan pemberdayaan UMKM secara digital menjadi fokus utama untuk meningkatkan adopsi teknologi di tingkat akar rumput.

3. Peningkatan Infrastruktur:
Penguatan konektivitas digital untuk menjangkau wilayah pelosok serta peningkatan layanan publik menjadi prioritas.

4. Edukasi & Perlindungan Konsumen:
BI Bali mengusung program Eling Rage (Edukasi Perlindungan Konsumen, Literasi Keuangan & Digital) untuk membentuk konsumen yang cerdas dan waspada dalam menghadapi era digital.

Puncak acara Baligivation dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2025, diawali dengan kick-off event hari ini. Rangkaian kegiatan seperti roadshow ke kabupaten/kota, perluasan Banjar Digital, lomba-lomba, hingga edukasi masyarakat akan menyertai program ini sebagai upaya menyeluruh menuju digitalisasi Bali.

“Baligivation bukan sekadar event, tapi gerakan kolektif untuk memperkuat fondasi ekonomi digital Bali yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan,” tutup Erwin.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here