Viral! Siswa SMK di Denpasar Dianiaya Teman Sekolah Gara-Gara Video Rokok, Pelaku Dikeluarkan

0
229

 

 

 

 

Balinetizen.com, Denpasar 

Sebuah video memperlihatkan aksi penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pelajar terhadap teman sebayanya viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Denpasar Selatan.

Dalam video yang beredar luas di platform Instagram tersebut, tampak seorang siswa menjadi korban kekerasan fisik oleh beberapa rekannya. Korban diketahui berinisial AANDP (16), sementara para pelaku berinisial SA, RE, dan INA.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan adanya peristiwa bullying yang dilakukan oleh siswa dari salah satu sekolah kejuruan di Denpasar.

Ia menjelaskan, kejadian berawal dari pembinaan yang dilakukan oleh pihak Bimbingan Konseling (BK) sekolah terkait pelanggaran disiplin berupa merokok di toilet. Saat itu, korban dan para pelaku turut dipanggil dan telah berdamai secara musyawarah.

Namun kemudian beredar video siswa yang merokok tersebut, dan korban dituduh menyebarkan video itu kepada guru BK. Tuduhan tersebut memicu kemarahan pelaku.

Setelah jam sekolah selesai, korban dan pelaku bertemu di sebuah gang di wilayah Denpasar Selatan. Dalam pertemuan itu, pelaku SA langsung menendang korban beberapa kali, disusul INA yang memukul korban karena emosi dengan video yang sudah terlanjur viral dan menyeret namanya.

“Lokasi kejadian diketahui berada di Jalan Mertasari, Banjar Mergaya, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat,” ungkapnya, Jumat (16/5/2025).

Sementara itu, pihak BK sekolah menjelaskan bahwa video siswa merokok diterima pada Kamis, 15 Mei 2025 sekitar pukul 09.00 WITA. Setelah dipanggil dan dibina, para siswa yang terlibat sempat menyelesaikan masalah secara damai. Namun, karena video tersebut menjadi viral, muncul persoalan baru tentang siapa yang menyebarkannya kepada pihak sekolah.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Razia THM di Denpasar dan Badung

Mediasi telah dilakukan melibatkan Kepala Sekolah I Made Bajjegiarta, S.Pd., M.Pd., Kanit Binmas Polsek Denpasar Barat AKP I Wayan Budiartana, S.H., tiga personel dari Subdit 4 Ditreskrimum Polda Bali, serta staf dan guru sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Sekolah menegaskan bahwa kejadian ini telah mencoreng nama baik sekolah karena para siswa masih mengenakan seragam saat peristiwa terjadi. Ia menyatakan pihaknya telah memanggil pelaku dan keluarga untuk menyelesaikan masalah.

“Kejadian ini adalah bentuk bullying. Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak, dan pelaku serta korban sudah berdamai. Namun, kami berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi, dan orang tua bisa lebih mengawasi anak-anaknya,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga memberikan imbauan agar semua pihak memperbaiki diri, mengingat dampak video viral tersebut terhadap masa depan anak-anak yang terlibat.

Pada akhirnya keputusan akhir dan kedua belah pihak resmi berdamai.

“Pelaku siap membiayai pengobatan korban, namun kami sekolah mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan pelaku SA,” tegas I Made Bajjegiarta.

Video perkelahian antar pelajar ini telah menimbulkan keprihatinan masyarakat, terutama karena melibatkan siswa aktif dan masih mengenakan seragam sekolah. Pihak sekolah dan kepolisian pun berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih bijak dalam menyikapi konflik di lingkungan pendidikan.

(jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here