Balinetizen.com, Denpasar
Seorang pekerja bangunan bernama Muhammad Aris (17) dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa tembok saat sedang melakukan pembongkaran bangunan di Jalan Kesumasari No.06, Sanur, Denpasar Selatan, pada Jumat (23/5/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.
Informasi yang dihimpun di lapangan, korban bersama rekan-rekannya tengah membongkar tembok lama yang rencananya akan diganti dengan kolam anak.
“Saat itu, korban hendak mengambil minuman karena kehausan,” ungkap Kasi Humas Polresta AKP I Ketut Sukadi, di Denpasar, Jumat (23/5/2025).
Namun nahas, tembok yang masih berdiri tiba-tiba roboh ke arah selatan dan menimpa korban secara langsung.
Rekan-rekan korban sempat berupaya menyelamatkan dengan mengangkat tembok secara manual. Namun, meski dibantu oleh sekitar 10 orang, upaya tersebut tidak berhasil karena beratnya tembok.
“Proses evakuasi baru bisa dilakukan setelah tembok dibongkar. Sayangnya, saat berhasil dievakuasi, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi kejadian,” papar Kasi Humas.
Kejadian tragis kini ditangani oleh Kepolisian Sektor Denpasar Selatan (Polsek Densel) untuk penanganan lebih lanjut.
Aparat kepolisian, katanya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi, yakni Taufik Hidayat dan Moh Amin yang merupakan rekan kerja korban.
Korban tercatat sebagai warga Jalan Sekar Tunjung III No.32, Denpasar Timur, dan berprofesi sebagai pekerja swasta. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti robohnya tembok serta kemungkinan adanya kelalaian dalam prosedur kerja di lapangan.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan kerja yang terjadi akibat minimnya pengawasan keselamatan kerja di sektor konstruksi.
Pemerintah dan pihak kontraktor diimbau untuk lebih memperhatikan standar keselamatan dan menyediakan alat pelindung diri (APD) yang memadai guna menghindari jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

