Rokok Diselipkan di Dokumen Perusahaan, Pengusaha India di Denpasar Lapor Polisi karena Merasa Terancam

0
158

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Seorang pengusaha asal India, J.K. Reddy, melaporkan insiden mencurigakan ke Polda Bali setelah menerima kiriman dokumen perusahaan yang diselipkan sebatang rokok. Kiriman tersebut membuatnya merasa terancam dan menduga adanya unsur jebakan yang membahayakan.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 20 Juni 2025 pukul 14.00 WITA. Paket dikirim melalui jasa ojek online (ojol) atas nama pengirim Kumar Abhishek, dan diterima di kantor perusahaan pelapor yang berlokasi di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan No. 8 Renon, Denpasar.

Kuasa hukum J.K. Reddy, Benyamin Seran, SH, menjelaskan bahwa kliennya curiga karena rokok itu hanya sebatang dan disisipkan dalam berkas akta pendirian perusahaan.

Hal tersebut memunculkan kekhawatiran akan skenario jebakan, serupa kasus penyelundupan narkoba yang pernah terjadi di Buleleng.

“Kalau satu bungkus rokok dan belum dibuka, mungkin tidak terlalu mencurigakan. Tapi ini satu batang saja. Maka kami pilih jalur hukum,” kata Benyamin di Denpasar, Minggu (22/6/2025).

Setelah temuan itu, manajer operasional perusahaan, Tony Balan, dan seorang petugas keamanan langsung menyampaikan kepada Reddy tanpa menyerahkan rokok tersebut demi alasan keamanan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polda Bali pada malam harinya.

Pihak kepolisian telah melakukan uji awal terhadap batang rokok tersebut dan hasilnya tidak mengandung narkotika jenis ganja, namun masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari Laboratorium Forensik (Labfor).

Menurut Benyamin, kecurigaan semakin kuat karena hubungan antara kliennya dan pengirim, Kumar Abhishek, sedang memburuk. Pada 27 Juni 2025 mendatang, dijadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan agenda pembubaran perusahaan, di mana Kumar diketahui sedang dalam proses menjual sahamnya ke pihak lain.

“Selama tiga bulan terakhir, Kumar juga sering mengirim pesan lewat email dan WhatsApp yang membuat klien kami merasa tidak nyaman,” tambahnya.

Baca Juga :  Update Penanggulangan Covid-19, Sabtu, 6 Maret 2021

Dikonfirmasi terpisah, Kumar Abhishek membenarkan bahwa dirinya mengirim dokumen tersebut, namun membantah adanya niat jahat. Ia menjelaskan bahwa isi dokumen tersebut sebelumnya pernah dipakai untuk ritual spiritual oleh “orang pintar” dari Jawa, yang mendoakan usaha mereka bersama.

“Itu berisi bunga, kemenyan, dan mungkin ada rokok sebagai bagian dari ritual. Saya lupa isi lengkapnya. Tapi saya tidak pernah berniat mencelakai dia (J.K. Reddy),” ujar Kumar.

Ia mengaku saat pengiriman tidak menyadari isi dalam dokumen tersebut dan mengaku sudah tidak lagi aktif dalam perusahaan yang bersangkutan.(ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here