Balinetizen.com, Jembrana
Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD Jembrana, dan relawan nelayan setempat berhasil mengevakuasi 27 korban kapal motor penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Perairan Selat Bali, Rabu malam (2/7/2025).
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi saat kapal berlayar dari Pelabuhan LCM Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan LCM Gilimanuk, Bali. Kapal diperkirakan tenggelam sekitar pukul 23.15 WIB dan informasi resmi diterima pukul 00.15 WITA oleh petugas piket Syahbandar.
KMP Tunu Pratama Jaya, yang dinakhodai oleh Agus Slamet, membawa total 66 orang terdiri dari 53 penumpang dan 13 anak buah kapal (ABK). Kapal juga mengangkut berbagai kendaraan, termasuk 1 sepeda motor, 4 mobil pribadi, 3 pick-up, 3 truk sedang, 3 truk besar, dan 8 truk tronton.
Berdasarkan koordinat yang diterima (-08°09.371′, 114°25.1569′), upaya pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Kamis (3/7), total 33 penumpang berhasil dievakuasi dari lokasi tenggelamnya kapal.
Empat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yaitu:
1. Anang Suryono, Banyuwangi, Jatim
2. Eko Sastriyo (51), Lingk. Sukowidi, Banyuwangi
3. Elok Rumantini (36), Lingk. Sritanjung, Banyuwangi
4. Cahyani (45), Dsn. Krajan Kulon, Banyuwangi
“Sementara ini sebanyak 23 korban berhasil diselamatkan,” ungkap Kabid Humas, dalam keterangannya, Kamis (3/7/2025).
Berikut adalah beberapa nama korban selamat yang berhasil dievakuasi:
Erik (Lumajang), Nurdin (Banyuwangi), Bahrul Ulum (Jember), Farid (Banyuwangi), Wajihi (Banyuwangi), Angsori (Banyuwangi), Richo (Banyuwangi), Ahmad Suyitno (Jember), Samsul Hidayat (Banyuwangi), dan lainnya.
Korban, imbuhnya langsung mendapatkan penanganan kesehatan oleh Tim Dokpol setibanya di Posko Terpadu Gilimanuk, kemudian didata oleh Tim Pendataan Korban ASDP.
Saat ini, posko Terpadu ASDP Gilimanuk masih terus melakukan pendataan terhadap para korban.
Tim gabungan melanjutkan pencarian korban yang belum ditemukan dengan menggunakan armada laut dan penyisiran sepanjang garis pantai Gilimanuk.
Kombes Pol Ariasandy menegaskan, bahwa peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi kita semua, terutama keluarga korban.
“Namun kita berharap tidak ada lagi korban jiwa tambahan dan semua korban segera ditemukan,” harapnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anggota keluarga di dalam kapal tersebut untuk segera menghubungi Posko Terpadu di ASDP Gilimanuk.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

