Balinetizen.com, Buleleng
Program Pendidikan Politik (Dikpol) yang dilaksanakan Partai Golkar Bali di Kampus STIE Singaraja, pada Minggu (6/7/2025) siang, dihadiri ratusan peserta dari mahasiswa setempat maupun para kader dan simpatisan Partai Golkar.
“Dikpol di Buleleng ini, terkesan atau terasa memang lebih khusus. Karena dari 9 yang kita laksanakan di Kabupaten/kota se Bali, hanya di Buleleng pelaksanaan di kampus. Sedangkan siluar Buleleng dilaksanakan di luar kampus,” jelas Ketua DPD Partai Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry usai memberikan materi Dikpol di kampus STIE Singaraja.
“Dan ternyata, respon dari mahasiswa sangat luar biasa. Awalnya memang rencananya sekitar 50 peserta. Tapi ternyata dari laporan pesertanya mendekati 200 orang. Artinya mahasiswa ini sudah mulai tertarik masalah perpolitikan,” ujarnya menambahkan.
Menurut Sugawa Korry, dilaksanakannya program Dikpol ini, adalah merupakan kewajiban.
“Kemungkinan kami lebih awal melaksanakan Dikpol ini, bila dibandingkan dengan partai lain. Karena kita ingin menggunakan anggaran bantuan pemerintah berupa Banpol itu yang diaudit BPK, sudah sesuai dengan peruntukannya dan sesuai juga dengan mekanisme administrasi keuangan. Mengingat pemanfaatan Banpol di internal, minimal 60 persen untuk pendidikan politik,” tegas Sugawa Korry.
Dalam program Dikpol ini, tujuannya ada tiga. Diantaranya mewujudkan soliditas, yang 2 adalah terwujudnya peningkatan kualitas SDM. Dalam artian para kader maupun para simpatisan itu,
diharapkan mempunyai kualitas yang lebih dibandingkan dengan partai lain,” pungkasnya. GS

