Mengenang Kwik Kian Gie, Ekonom Penjaga HATI NURANI

0
225
Kwik Kian Gie
Balinetizen.com, Denpasar
Diberitakan Kompas.com, ekonom ternama ini telah berpulang, 28 Juli 2025 sekitar pukul 22.00 WIB dalam usia 90 tahun.
Menurut Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi, jejak Pemikiran Ekonominya yang berelasi dengan sejumlah isu: “good governance”, bahayanya prilaku; “economic animals”, prilaku “binatang ekonomi yang mengeksploitasi SDA, prilaku ekonomi berbasis hati nurani – economic by consiense-, banyak tersebar di media massa yang kemudian oleh beliau dibukukan.
Menurutnya, Ekonom yang secara konsisten, berkelanjutan, sejak awal tahun 1970, dalam kurun waktu 50 tahun, selalu mengingatkan akan arti penting nasionalisme dalam artian para pengambil kebijakan ekonomi jangan mudah “terbeli” oleh para pengusaha hitam dari dalam dan luar negeri.
“Ekonom yang alumni Sekolah Tinggi Roterdam, Belanda, kalau tidak salah sama dengan universitasnya Pak Hatta, sudah tentu sangat paham, meminjam istilah Soekarno, bahaya dari “exploitation d’lome par lom”e, penghisapan manusia oleh manusia lainnya, akibat dari kebijakan pembangunan, produk KKN penguasa-pengusaha,”kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi.
Dikatakan, sebagai Menteri Negara Ketua Bappenas pasca reformasi, berjuang gigih untuk membongkar “pat lipat korupsi” di Pertamina, yang kemudian gagal, seperti pengakuannya karena “tembok tebal” kekuasaan di sana.
Sebagai Menteri Ekuin, lanjutnya, Kwik Kian Gie berjuang sangat gigih untuk membongkar krisis keuangan tahun 1998 yang melibatkan dana perbankan sebesar Rp.650 T, yang menjadi tanggungan pemerintah yang pengelolaannya melalui BPPN, juga gagal, karena menurut pengakuan beliau, gurita kekuatan KKN penguasa-pengusaha, bak tembok tebal yang nyaris tidak tersentuh.
“Ekonomist by thingking and actions telah berjuang keras menjaga hati nurani bangsanya. Selamat Jalan Pak Kwik, pemikiran Bapak tidak akan pernah dilupakan bahkan menjadi spirit bagi warga yang masih punya kewarasan berpikir di negeri ini. Tuhan Memberkati,” kata  Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi.
Jurnalis Nyoman Sutiawan
Baca Juga :  Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Pengunjung dan Pengelola Diingatkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here