Polisi Selidiki Kasus Mahasiswa UNUD yang Tewas Usai Jatuh dari Lantai 4 FISIP

0
867

 

Ilustrasi

Balinetizen.com, Denpasar 

Seorang mahasiswa Universitas Udayana (UNUD) berinisial TAS meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Kampus Sudirman, Denpasar, pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 09.00 Wita.

Peristiwa tragis ini viral di media sosial dan kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy membenarkan kejadian tersebut.

“Belum diketahui secara pasti apakah korban terpeleset atau sengaja melompat dari lantai 4 FISIP UNUD. Saat ini kasus masih dalam penyelidikan,” ujar Kombes Pol Ariasandy saat dikonfirmasi, Kamis (16/10/2025).

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kejadian bermula sekitar pukul 09.00 Wita ketika saksi I MAWTTL, yang berada di lobi kampus FISIP, mendengar suara keras seperti benda jatuh dari arah depan gedung.

Saksi kemudian mendatangi sumber suara dan mendapati seorang mahasiswa tergeletak di halaman depan koridor FISIP. Bersama mahasiswa lain dan petugas keamanan, korban segera dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar menggunakan mobil dinas Dekan.

Saksi lain, NKG, mahasiswa FISIP UNUD, menyebut sempat melihat korban di lantai 4 sekitar pukul 08.30 Wita.

“Korban datang dari arah lift, terlihat panik dan melihat-lihat sekitar, lalu duduk di kursi panjang depan kelas. Tak lama kemudian kami dengar ada orang jatuh,” ungkap saksi.

Beberapa saat kemudian, petugas kebersihan menemukan sepasang sepatu di lokasi tempat korban sebelumnya duduk. Setelah diperiksa, sepatu itu diketahui milik korban.

Saksi KJ, petugas keamanan kampus, mengatakan saat melihat kerumunan di halaman depan, ia langsung menghampiri dan membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Dokter IGD RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, dr. Gohantanadha, menyampaikan bahwa korban tiba sekitar pukul 10.30 Wita dalam keadaan masih sadar.

Baca Juga :  PPK Disdik Batu Bara Bonar Siahaan Tak Tersedia Dikonfirmasi PJI-D Soroti Dugaan Pemborosan APBD 2025 Bernilai Miliaran

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami patah tulang pada pinggul kiri dan kanan, patah tulang lengan atas dan sendi kanan, serta pendarahan organ dalam.

“Kesadaran korban terus menurun, dan pada pukul 13.03 Wita korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar dr. Gohantanadha.

Ibu korban, SKY, mengungkapkan bahwa sejak lima bulan terakhir anaknya menunjukkan perubahan perilaku yang cukup mencolok.

“Kadang bersikap aneh, bahkan pernah jalan kaki ke kampus tanpa alasan jelas. Karena itu saya datang ke Bali untuk menemani dia kuliah,” ujarnya.

Namun, keluarga mengaku belum pernah membawa korban untuk konsultasi ke psikolog atau psikiater.

Pihak keluarga mengikhlaskan kepergian korban dan telah membuat surat pernyataan resmi agar kasus tidak dilanjutkan ke proses hukum. Barang-barang korban seperti tas, dompet, dan sepatu juga telah diserahkan kepada keluarga di rumah sakit.

Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi menjelaskan bahwa jenazah korban saat ini disemayamkan di RSAD Denpasar dan rencananya akan dikremasi pada Jumat (17/10/2025) di Krematorium Mumbul, Badung.

Polda Bali menegaskan bahwa penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan apakah korban jatuh secara tidak sengaja atau melakukan bunuh diri.

“Kami masih mendalami keterangan saksi-saksi dan kondisi psikis korban sebelum kejadian,” tegas Kombes Pol Ariasandy.

Catatan Redaksi :

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi kampus dan keluarga untuk lebih memperhatikan kesehatan mental mahasiswa. Diperlukan penguatan layanan konseling dan pendampingan psikologis di lingkungan perguruan tinggi agar mahasiswa yang mengalami tekanan dapat memperoleh bantuan sedini mungkin.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here