Harmoni Adat dan Bhakti dalam Upacara Sesuhunan Lunga di Desa Perean

0
207

Balinetizen.com, Tabanan –

 

Desa Perean kembali melaksanakan prosesi adat Sesuhunan Lunga pada Kamis (20/11), sebuah tradisi sakral yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam kehidupan religius masyarakat desa. Prosesi ini berlangsung khidmat dengan partisipasi penuh dari para pemangku, prajuru adat, serta masyarakat Desa Perean.

Memasuki sore hari, prosesi Sesuhunan Lunga dimulai. Warga berkumpul dengan pakaian adat sembari membawa sarana upacara. Suasana desa berubah semakin khidmat ketika Sesuhunan mulai diberangkatkan, diiringi alunan tetabuhan baleganjur, serta dupa yang mengepul menambah kesan religius.

Menurut para pemangku, upacara Sesuhunan Lunga merupakan simbol perjalanan niskala untuk memberikan kerahayuan (keselamatan), membersihkan wilayah desa, dan menjaga keseimbangan antara sekala (dunia nyata) dan niskala (alam spiritual). Prosesi ini dipercaya sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan spiritual masyarakat dengan Sesuhunan yang diyakini melindungi desa.

Tradisi ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertebal rasa syukur, memperkuat keharmonisan, serta menjaga jalinan persaudaraan antarwarga.

Antusiasme warga Desa Perean terlihat jelas dari banyaknya masyarakat yang ikut serta, baik sebagai pengiring maupun penonton prosesi. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak hadir dengan penuh kesungguhan mengikuti setiap tahap pelaksanaan upacara.

Prajuru desa menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga atas dukungan mereka sehingga upacara dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Mereka berharap pelestarian tradisi seperti ini terus terjaga di tengah perkembangan zaman.(dit)

Baca Juga :  Bupati Suwirta Buka Kegiatan Bakti Sosial Universitas Warmadewa Tahun 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here