Hujan Dinihari Picu Air Setinggi Pinggang di Denpasar dan Legian, Warga Terpaksa Mengungsi

0
199

 

Balinetizen.com, Denpasar

Hujan deras yang mengguyur Bali sejak Sabtu (13/12) malam hingga Minggu (14/12/2025) dini hari kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Kota Denpasar dan sekitarnya. Akibatnya, sekitar 20 warga dari sedikitnya tujuh kepala keluarga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka terendam air.

Genangan air dilaporkan terjadi di beberapa titik rawan, khususnya di kawasan Denpasar Barat dan jalur penghubung menuju daerah pariwisata. Banjir juga merendam sejumlah ruas jalan utama di kawasan Legian dan Seminyak, seperti Jalan Dewi Sri, Jalan Dewi Sri IV, Jalan Prajanatha, serta akses jalan lain di sekitar pusat wisata kabupaten Badung.

Ketinggian air di beberapa lokasi bahkan membuat jalan menyerupai aliran sungai, sehingga menyulitkan kendaraan dan pejalan kaki untuk melintas.

Tim gabungan dari BPBD Badung, Linmas, Dinas PUPR, serta relawan setempat langsung diterjunkan sejak pagi hari untuk melakukan evakuasi dan penanganan banjir. Petugas menggunakan mesin pompa air dan perahu karet, terutama di kawasan rawan luapan seperti sepanjang aliran Tukad Mati.

BPBD Bali mengonfirmasi bahwa warga dievakuasi dari sejumlah titik, di antaranya Jalan Tangkuban Perahu, Perumahan Buana Permai Padangsambian, serta Jalan Gunung Talang, Denpasar Barat.

“Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai setinggi pinggang orang dewasa,” ujar petugas di lapangan, Minggu 14 Desember 2025.

Hingga Minggu siang, tidak ada laporan korban jiwa atau luka berat, namun sejumlah warga melaporkan kerugian material berupa kendaraan, perabot rumah tangga, serta fasilitas umum yang terendam banjir.

Banjir di Denpasar turut berdampak pada kawasan pariwisata sekitarnya. Sebagai pusat jaringan transportasi Bali, gangguan di Denpasar berpotensi memicu kemacetan, keterlambatan perjalanan, hingga hambatan distribusi logistik menuju Kuta, Legian, Seminyak, dan Sanur.

Baca Juga :  Peringatan Hari Nusantara 2020 digelar secara hybrid

Beberapa wisatawan dilaporkan terhambat mobilitasnya akibat jalan tergenang dan penutupan akses sementara di sejumlah titik.

Banjir ini terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda Bali dalam beberapa hari terakhir. Peringatan potensi tanah longsor masih berlaku untuk wilayah dataran tinggi seperti Bangli, Karangasem, dan sebagian Buleleng.

Kombinasi curah hujan tinggi, sungai meluap, serta sistem drainase yang tersumbat membuat wilayah perkotaan rentan banjir, bahkan saat hujan tidak berlangsung terlalu lama.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dataran rendah dan bantaran sungai.

Pihak berwenang mengingatkan warga, wisatawan, dan ekspatriat agar menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak selama hujan lebat. Penggunaan sepeda motor di jalan tergenang dinilai berisiko tinggi, terutama karena lubang jalan, arus air, dan potensi sengatan listrik.

Wisatawan juga diminta untuk:

Memantau pembaruan cuaca lokal

Mengantisipasi penutupan jalan mendadak

Menyediakan waktu tambahan untuk perjalanan bandara

Tekanan Infrastruktur Perkotaan

Banjir yang kembali terjadi menyoroti tekanan serius terhadap infrastruktur drainase perkotaan di Denpasar. Pertumbuhan kawasan permukiman dan pariwisata yang pesat, serta berkurangnya area resapan air, memperparah dampak hujan berkepanjangan.

BPBD Bali memperingatkan bahwa kejadian serupa berpotensi terulang seiring memasuki puncak musim hujan pada Desember hingga Januari.(ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here