Kapolres Citra Dewi Pimpin Rakor Kesiapan Pengamanan Jelang Idul Fitri – Nyepi

0
226

Balinetizen.com, Jembrana –

 

Pengguna jasa penyeberangan pelabuhan Gilimanuk menjelang hari taya Idul Fitri diprediksi mengalami lonjakan signifikan. Terlebih hari raya Idul Fitri di bulan Maret 2026 ini hampir bersamaan dengan hari raya umat Hindu yakni Nyepi.

Akan hal tersebut, Selasa (13/1/2026) Polres Jembrana melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) bersama stakeholder terkait, diantaranya PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk, UPP Kelas II Gilimanuk, BPTD, dan unsur pengamanan pelabuhan.

Rakor dipimpin langsung Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati dan juga dihadiri sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Jembrana dilaksanakan di ruang VVIP ASDP Pelabuhan Gilimanuk.

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menyampaikan pentingnya kesiapan sejak dini, mengingat Hari Raya Idul Fitri 2026 bertepatan dengan Hari Raya Nyepi yang berpotensi menimbulkan peningkatan signifikan arus kendaraan dan penumpang.

“Kondisi Lebaran tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena beririsan dengan Hari Raya Nyepi. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dan kesiapan awal dari seluruh stakeholder untuk menjamin keamanan, kelancaran arus penyeberangan serta keselamatan pelayaran,” tegas AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati.

Kapolres juga mendorong PT ASDP untuk melakukan uji coba pola pengamanan bersama instansi terkait paling lambat tiga minggu sebelum Idul Fitri, termasuk penyediaan buffer zone serta optimalisasi public address bagi pemudik.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Jembrana Kompol I Wayan Suastika menekankan pentingnya kesiapan sarana pendukung seperti toilet portable, tenda bagi pemudik sepeda motor serta penataan gerai tiket online di area terminal kargo.

Sedangkan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol Arya Agung Arjana Putra menyoroti perlunya penyelesaian persoalan jerambah yang sempat viral di media sosial serta komitmen bersama untuk mencegah praktik oknum yang memprioritaskan kendaraan masuk ke area pelabuhan.

Baca Juga :  Ny. Sagung Antari Jaya Negara Buka Pelatihan  Banten Otonan 

Dari pihak ASDP, Manager Usaha PT ASDP Gilimanuk Didi Juliansyah, selain menyampaikan kesiapan dan mendukung penuh juga memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 16 sampai 18 Maret 2026 dengan pola operasi sangat padat mulai H-7 atau pada 13 Maret 2026.

“Pelabuhan Gilimanuk menjadi prioritas utama karena Lebaran berbarengan dengan Nyepi. Kami akan menyiapkan sarana pendukung dan memastikan pelayanan tetap optimal selama masa angkutan Lebaran,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis Polres Jembrana dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 akan datang berjalan aman, tertib, dan kondusif, khususnya di kawasan vital Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu utama penyeberangan Jawa–Bali. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here