Strategi Anti-Inflasi: Bali Targetkan Harga Pangan Stabil Jelang Nyepi 2026

0
186

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Menghadapi tantangan ekonomi di awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Fokus utamanya adalah menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
​
Dalam Rapat Koordinasi yang digelar 26 Januari 2026, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menekankan pentingnya langkah antisipatif yang nyata di lapangan.

​Berdasarkan data BPS, Bali menutup tahun 2025 dengan angka inflasi yang cukup impresif:
* ​Inflasi Tahunan: 2,91% (yoy).
* ​Posisi: Berada di bawah rata-rata nasional (2,92%).
* ​Peringkat: Bali menduduki peringkat ke-18 nasional dalam hal pengendalian inflasi terbaik.

​Meskipun terkendali, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil sebesar 1,53%.

​Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, mengingatkan bahwa tantangan tahun ini akan lebih kompleks. Beberapa faktor risiko yang diwaspadai antara lain:

* ​Penyakit Ternak: Ancaman Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi.
* ​Cuaca Ekstrem: Ketidakpastian iklim yang mengganggu produktivitas pertanian.
* ​Lonjakan Permintaan: Rangkaian HBKN yang berdekatan, mulai dari Imlek, Nyepi, hingga Ramadhan dan Idul Fitri pada Triwulan I.
​
​Untuk menekan volatilitas harga, TPID Bali menerapkan strategi komprehensif:
* ​Optimalisasi Perumda: Perusahaan Umum Daerah didorong menjadi offtaker (pembeli hasil tani) untuk menjamin kepastian pasar bagi petani.
* ​Gerakan Pasar Murah: Kolaborasi dengan Bulog untuk memastikan stok pangan strategis tersedia dengan harga terjangkau.
* ​Kerjasama Antar Daerah (KAD): Memperluas koneksi pasokan antar wilayah untuk menutupi defisit komoditas tertentu.
* ​Pengawasan Satgas Pangan: Memastikan rantai distribusi berjalan lancar tanpa ada penimbunan.

​”Sinergi lintas instansi harus semakin solid. Kita perlu memperkuat peran Perumda melalui perluasan kerja sama dengan desa dan dukungan pembiayaan perbankan,” tutup Dewa Made Indra.(RLS)

Baca Juga :  Ketua FKUB Kabupaten Buleleng Tolak “ People Power “

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here