Balinetizen.com, Denpasar –
Kepolisian Daerah Bali tengah mendalami temuan potongan tubuh manusia yang diduga hasil mutilasi di kawasan Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar. Polisi saat ini telah meminta sampel DNA dari keluarga seorang warga negara asing (WNA) yang dilaporkan hilang sejak pertengahan Februari 2026.
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Aria Sandy, menjelaskan bahwa sampel DNA dimintakan kepada ibu dari WNA asal Ukraina yang dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban penculikan.
“Tim DVI akan mencocokkan sampel DNA keluarga dengan potongan tubuh yang ditemukan,” ujar Aria Sandy, Jumat (27/2/2026).
Dilaporkan Hilang Sejak 15 Februari 2026
Korban yang dilaporkan hilang diketahui bernama Ihor Komarav (28), warga negara Ukraina, berjenis kelamin laki-laki, dengan nomor paspor GF741959.
Korban terakhir diketahui tinggal di kawasan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Laporan kehilangan korban disampaikan oleh rekan korban ke kepolisian pada 15 Februari 2026 sekitar pukul 11.30 WITA, dengan dugaan awal korban diculik.
Aria Sandy mengungkapkan bahwa potongan tubuh yang berhasil dievakuasi oleh petugas belum dalam kondisi utuh. Bagian-bagian tubuh yang ditemukan antara lain kepala, lengan kanan dan kiri, paha, telapak kaki kanan, serta organ dalam.
“Potongan tubuh ditemukan di area muara. Diduga terbawa aliran air dari lokasi lain sebelum akhirnya bermuara di Pantai Ketewel,” jelasnya.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan perluasan pencarian di sekitar lokasi temuan, mengingat kemungkinan masih ada bagian tubuh lain yang belum ditemukan.
Terkait dugaan mutilasi, pihak kepolisian belum dapat memastikan alat yang digunakan pelaku. Polisi masih menunggu hasil otopsi serta pendalaman dari tim forensik.
“Dugaan sementara memang mengarah pada mutilasi, namun jenis benda yang digunakan masih kami selidiki,” kata Aria Sandy.
Selain identifikasi forensik, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV, saksi di sekitar lokasi, serta jejak pergerakan korban sebelum dinyatakan hilang.
“Fokus utama saat ini adalah identifikasi potongan tubuh, memastikan identitas korban, serta menelusuri asal potongan tersebut dibuang dari mana,” pungkasnya.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

