Balinetizen.com, Jember
Upaya Polres Jember dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas demi mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) terus digencarkan. Melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), berbagai langkah preventif dan edukatif dilakukan secara masif kepada masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.
Bersama Polsek Bangsalsari, PT Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Satlantas Polres Jember memaksimalkan kegiatan Polantas Menyapa melalui program Safari Kamseltibcarlantas. Kegiatan ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pengendara roda dua, roda empat, hingga komunitas transportasi.
Kasatlantas Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simarmata, mengatakan Safari Kamseltibcarlantas dilaksanakan untuk memberikan edukasi terkait tata tertib serta tata krama berlalu lintas di jalan raya.
“Dalam kegiatan Polantas Menyapa melalui Safari Kamseltibcarlantas ini kami menekankan pentingnya kesadaran tertib berlalu lintas kepada masyarakat sebagai kunci utama menekan angka kecelakaan,” ujar AKP Bagas, Jumat (28/2/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas diawali oleh adanya pelanggaran yang dilakukan pengendara, baik karena kelalaian, kurangnya disiplin, maupun minimnya kesadaran akan keselamatan.
Selain edukasi, dalam Safari Kamseltibcarlantas juga disosialisasikan jalur-jalur rawan kecelakaan (blackspot) yang berada di wilayah hukum Polres Jember. Berdasarkan data kepolisian, sejumlah titik di jalur poros utama menjadi perhatian serius.
Sepanjang jalan utama Jember–Lumajang, khususnya di wilayah Kecamatan Bangsalsari, saat ini masuk kategori blackspot dan menempati peringkat pertama angka kecelakaan di Kabupaten Jember. Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat agar lebih waspada dan disiplin saat berkendara.
“Data tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada,” tegas AKP Bagas.
Selain itu, jalur utama Jember–Banyuwangi di wilayah Kecamatan Sempolan, terutama kawasan Gunung Gumitir, juga termasuk daerah rawan kecelakaan. Jalur ini kerap menjadi perhatian karena kondisi geografis yang menantang serta volume kendaraan yang tinggi, terlebih saat musim mudik dan arus balik Lebaran.
Menjelang Idulfitri, Satlantas Polres Jember akan menjadikan jalur-jalur tersebut sebagai atensi khusus guna meminimalisir risiko kecelakaan selama arus mudik dan balik.
Melalui program Polantas Menyapa dan Safari Kamseltibcarlantas, kepolisian tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Pendekatan humanis diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di jalan.
“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat sangat diperlukan,” pungkasnya.
( Bam)

